|
Ekbis
Rekapitulasi Nasional Penyelundupan Gula Putih
15 April 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta:Dalam periode bulan Desember 2002- Maret 2003, jumlahnya mencapai ratusan ribu ton.
Ratusan ribu ton gula putih (white sugar) sejak Desember 2002 – Maret 2003 yang diselundupkan ke Indonesia melalui berbagai pelabuhan di Indonesia berhasil disita petugas gabungan di berbagai daerah. Yang menonjol penyelundupan terjadi di Medan, Surabaya, Makassar dan Jakarta.
Seperti yang terjadi akhir Maret 2003 di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya misalnya, kantor bea dan cukai setempat berhasil menyita 219 unit kontainer yang 47 kontainer diantarannya berisi gula putih. Di Medan juga berhasil disita 57 kontainer gula putih, di Jakarta 19 unit kontainer gula putih dan di Makassar 15 kontainer gula.
“Itu hanya sebaigan kecil dari rangkaian upaya penyelundupan gula yang hendak dipasarkan secara gelap di Indonesia. Jika dihitung sejak akhir tahun 2002 saja jumlah penyelundupan bisa mencapai ratusan ribu ton,” jelas Sekretaris Pusat Solusi Bisnis Departemen Perdagangan dan industri (Deperindag), Ridwan Kurnain kepada Tempo News Room, Selasa (24/4).
Hingga saat ini, ujar Ridwan, ratusan ribu gula putih yang disita sebagai barang bukti masih diamankan. Demikian juga dengan mereka yang diduga pelaku penyelundupan masih diproses dan beberapa diantaranya bahkan sudah disidangkan di pengadilan.
Gula putih sitaan, menurut Ridwan, ada yang disita dalam jumlah unit kontainer, ton, sak, goni dan kilogram. “Ragamnya jumlah sitaan itu menyulitkan kami mendata secara cepat berapa jumlah total semua gula putih selundupan yang disita petugas,” lanjut Ridwan.
Dia sendiri memperkirakan masih banyaknya jumlah gula putih selundupan yang beredar dipasaran. Untuk itu pihaknya bersama beberapa instansi terkait tetap akan melakukan operasi mendadak di berbagai tempat yang diduga kuat sebagai tempat masuknya gula selundupan.
Sejak Desember 2002 – Maret 2003, tercatat 16 kali penyelundupan dan pelaku maupun barang bukti berhasil diamankan petugas gabungan dari kepolisan dan bea cukai. Namun jumlah penyelundupan yang tidak terdeteksi petugas gabungan diperkirakan lebih banyak dan produk gulannya membanjiri pasar gula di Indonesia.
Pada bulan Desember 2002 tercatat 9 kali penyelundupan yang berhasil diamankan petugas gabungan. Pertama pada tanggal 10 Desember terjadi Polres Langkat Sumatra Utara berhasil menyita 1 unit truk yang memuat 800 sak gula putih sengan tersangka Acdair.
Dua hari kemudian tanggal 12 Desember Polres Langkat berhasil menyita 2 truk yang memuat 2.100 ton gula putih, 2 unit truk yang memuat 2 goni gula putih dan 19 goni beras dengan tersangka Susanto Cong dan Hendrik beserta istrinya. Sehari kemudian (13/12) Polres Asahan Sumatra Utara menyita 1 unit truk yang memuat 400 goni gula putih dengan tersangka Deni Darma dan tanggal 18 Desember Polres Asahan Sumatra Utara berhasil 1 unit truk yang memuat 20 ton gula putih.
Pada tanggal 25 Desember di Jalan Pondok Kelapa Kecamatan Medan Sunggal Sumarta Utara Ditserse Polda Sumarta Utara berhasil menyita 6 unit truk interculer yang memuat 152,5 ton gula putih dengan tersangka Buchari. Sehari kemudian (26/12) KPPP Belawan Polda Sumatra Utara menyita 7 unit container yang memuat 135 ribu kilogram gula putih dengan tersangka CV Mitra Sejati. Tanggal 27 dan 29 Desember Polres Langkat berhasil menyita 3 unit truk memuat 850 goni gula putih dengan tersangka Daud dan Zulkarnaen dan CV Bina Usaha.
Pada bulan Januari – Maret 2003 tercatat 5 kali upaya penyelundupan gula putih masing-masing terjadi pada tanggal 3 Januari Polres Langkat Sumatra Utara menyita 3 unit truk yang memuat 1.200 goni gula putih dengan tersangka Aswan, Yunus, Syahrir dan Busuk. Tanggal 13 Januari KPP Belawan Polda Sumatra Utara 246 unit kontainer yang diantaranya berisi 141 kontainer gula putih.
Sisannya pada tanggal 27 Maret di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya kantor bea dan cukai setempat berhasil menyita 219 unit kontainer yang 47 kontainer diantarannya berisi gula putih, di Medan juga berhasil disita 57 kontainer gula putih, di Jakarta 19 unit kontainer gula putih dan di Makassar 15 kontainer gula.
(ecep s. yasa)
|