Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

“Ekonomi Asia Tenggara Tidak Menentu”
14 April 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menkeu Boediono menyatakannya di depan sidang IMF-Bank Dunia
Wajah perekonomian Asia Tenggara tahun ini akan terganggu menyusul perang Irak dan mewabahnya virus sindrom pernapasan akut (SARS). Pertumbuhan ekonomi di wilayah ini akan mengalami masa-masa sulit dan tidak terlalu bagus di tahun 2003.

“Bagaimanapun, tahun ini prospek ekonomi Asia Tenggara lebih tidak menentu,” kata Menteri Keuangan Boediono dalam pertemuan dengan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Washington, Minggu (13/4) waktu setempat atau Senin waktu Indonesia bagian Barat.

Selain perang Irak dan virus SARS, Boediono mengatakan ketidakseimbangan ekonomi, terutama di negara-negara industri seperti Amerika Serikat dan Jepang, masuk sebagai ancaman yang mengganggu pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara.

“Meskipun demikian, kami percaya ekonomi dunia dan Asia Tenggara akan kembali naik mendekati akhir tahun 2003,” ujar Boediono mewakili negara-negara di kawasan Asia Tenggara, yaitu Brunei, Fiji, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Nepal, Singapura, Thailand, Tonga dan Vietnam,

Boediono menyebut peningkatan secara tajam bantuan dari negara-negara kaya umunya digunakan untuk menambah cadangan devisa negara-negara berkembang. Tapi, dalam pertemuan dengan IMF dan Bank Dunia bantuan juga digunakan untuk pembangunan, termasuk mengurangi kemiskinan pada 2015.

“Sebuah pendekatan performance-based tidak harus selamanya untuk kepentingan mendukung reformasi di negara-negara yang belum memiliki performance criteria yang disebabkan oleh ketegangan antar lembaga,” katanya. Ia menambahkan negara-negara berkembang akan memberikan sebuah suara besar dalam pengambilan keputusan IMF dan Bank Dunia.

(afp/kurniawan)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data