|
Ekbis
Pemerintah Akan Bahas Penjualan BRI dengan DPR
14 April 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kemungkinan penjualan saham Bank Mandiri sebanyak 15 persen.
Pemerintah dalam waktu dekat ini akan membahas rencana penjualan saham PT Bank Rakyat Indonesia dengan DPR. Direncakan, penjualan BRI ini lewat penawaran saham ke publik (IPO) sebanyak 30 persen.
Meneg BUMN Laksamana Sukardi mengungkapkan, pihaknya telah menerima proposal rencananya tersebut dari manajemen BRI. “Secara garis besar kita sudah terima,” kata dia kepada wartawan sebelum rapat dengar pendapat dengan Pansus DPR membahas RUU BUMN, di Jakarta, Senin (14/4).
Dia juga menyatakan kemungkinan penjualan BRI ini lebih mudah dibandingkan dengan penjualan Bank Mandiri. “Mungkin lebih gampang. Persiapannya (BRI) sudah,” ujar dia. Tapi, dia menolak memastikan bahwa IPO BRI lebih dulu waktunya dibandingka Bank Mandiri. Jadi bisa lebih dulu BRI, Laks menjawab, “Bank Mandiri banyak isunya”.
Seperti diketahui, manajemen BRI telah memasukkan rencana IPO ke kantor Meneg BUMN. Jumlah saham yang dilepas, dalam proposal tersebut disebutkan sebesar 30 persen. Tapi, Laks belum bisa memastikan waktu IPO BRI tersebut. Ia hanya menyatakan, penjualan BRI harus dilakukan tahun ini. “Kalau ngga kuartal ketiga, ya kuartal keempat. Karena tahun depan sudah sibuk dengan pemilu,” tandasnya.
Dalam kesempatan yang sama Laksamana Sukardi juga melaksanakan kemungkinan besar penjualan Bank Mandiri dengan melepas 15 persen saham pasar. Dia menambahkan, saham yang dilepas tersebut semuanya merupakan saham pemerintah dan tidak menerbitkan saham baru. Meski begitu, lanjut dia, keputusan tersebut belum final.
Sebelumnya, IPO Bank Mandiri dengan melepas 30 persen saham ke pasar. Tapi jumlah tersebut kemungkinan dikurangi menjadi 15 persen. “Kalau market tidak liquid ngapain kita gede-gede,” katanya.
Bahkan bisa saja rencana tersebut dibatalkan, tutur Laks, kalau perkiraan nilai buku price to book value rendah. “Ngapain kita jual,” kata dia.
Meski penjualan Bank Mandiri lebih susah dibandingkan penjualan BRI, Laks menyatakan Bank Mandiri memiliki keuntungan dari sisi nasabahnya. Selain nantinya diserap oleh investor ritel di pasar, saham Bank Mandiri juga bisa dibeli oleh para nasabahnya. “Jadi ada institusional investor, ada ritel investor,” katanya.
Laks belum bisa mengungkapkan kapan waktu pelaksanaan penjualan Bank Mandiri, apakah sesuai jadwal pada bulan Juni mendatang, atau malah ditunda.
Direktur Keuangan Bank Mandiri I Wayan Pugeg membenarkan bahwa kemungkinan penjualan saham Bank Mandiri sebanyak 15 persen. Keputusan final mengenai hal ini, lanjut dia, masih dibicarakan dengan kantor Meneg BUMN. Tapi dia tetap optimis waktu pelaksanaan IPO tersebut masih sesuai jadwal. “Itu sudah kesepakatan dalam LoI (letter of intent) dengan IMF,” kata Pugeg kata dia di kantornya.
Pugeg menolak mengungkapkan rencana penerbitan saham baru untuk karyawan (ESOP). “Kita mau yang terbaik untuk karyawan,” ujarnya saat ditanya saham untuk karyawan yang akan diterbitkan sebanyak 2,5 persen.
(yura syahrul)
|