Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

BNI Tidak Bisa Lepas Tangan Soal Texmaco
11 April 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Penyataan itu diucapkan Deputi Ketua BPPN bidang aset manajemen kredit Mohammad Syahrial kepada wartawan di kantor BPPN, Jumat (11/4) menjawaba pertanyaan tentang beking yang mungkin ada di belakang pengusaha Marimutu Sinivasan.
Menurutnya BPPN sudah tahu bahwa kredit yang diberikan kepada Texmaco oleh BNI dijamin lembaganya. Tapi setiap kredit yang diberikan oleh BNI seharusnya juga dikontrol oleh BNI. “Tapi BNI bilang ini sifatnya fund chanelling. Nggak bisa, nggak boleh dong," kata Syahrial.

Koran Tempo hari ini memberitakan bahwa Kepala BPPN Syafruddin Temenggung mengatakan, bahwa sebagai penjamin pihaknya akan menalangi pembayaran L/C Grup Texmaco senilai $29 juta dolar yang macet dan tidak bisa dibayar pemiliknya Marimutu Sinivasan. "Namanya BPPN sebagai penjamin, ya akan dibayar," katanya saat itu.

Tapi, Menneg BUMN Laksamana Sukardi berpendapat, bahwa L/C Texmaco yang macet itu merupakan resiko yang ditanggung BNI selaku pemberi pinjaman. Menurutnya, pembukaan L/C oleh BNI kepada Texmaco pasti memiliki kontrol ketat terhadap pinjaman itu. "Kan yang buka L/C banknya, dan ketentuannya diatur juga oleh bank itu sendiri," ujarnya.

Ketika ditanya kemungkinan BNI mendapat tekanan untuk tetap mengucurkan kredit meski ditemukan penyimpangan dana, Syahrial mengatakan tidak mungkin ada tekanan terhadap BNI. Dalam kesempatan itu, dia juga mengungkapkan bahwa sore ini BPPN, BNI dan Texmaco akan menandatangani nota kesepahaman dalam rangka menyelesaikan macetnya pembayaran L/C tersebut."Nggak meleset lagi karena sudah dilaporkan ke KKSK. Syaifuddien sudah tenang. Sinivasannya juga sudah mau kasih komitmen," katanya.

Dalam nota itu Marimutu Sinivasan juga berjanji menginjeksikan modal kerja sebesar US$ 25 juta kepada Newco (New Texmaco). Jika Sinivasan tidak menginjeksi, maka US$ 29 juta itu tak terbayar. Artinya, BPPN akan mengambil saham atau aset Sinivasan jika dia gagal bayar (default). Setelah diambil operasional Texmaco akan tetap berjalan. "Manajemennya kan tetap di sana. Orang-orang profesionalnya kan yang jalanin," ujarnya.

Selain pengambilan aset, akan diambil tindakan hukum yaitu melalui jalur pidana atau perdata. "Sekarang nggak ada exercise personal guarantee. Memasukkan orang dengan personal guarantee nggak ada hukumnya di Indonesia," ujar dia.

Ketika ditanya bagaimana jika Sinivasan mendapat pembelaan dari penguasa misalnya dari Taufik Kiemas yang disebut-sebut dekat dengan Sinivasan, Syahrial mengatakan tidak takut. rasa dalam kondisi ekonomi seperti sekarang bohong kalau ada permainan politik di belakang semua ini," katanya yakin.

(sam cahyadi - TNR)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data