Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Pusat Solusi Bisnis Musnahkan 1700 Bal Pakaian Bekas
11 April 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Riau jadi tempat utama masuknya pakaian bekas selundupan.
Tim gabungan Pusat Solusi Bisnis Departemen Perindustrian dan Perdagangan (Deperindag) Jumat (11/4) siang memusnahkan 1700 bal pakaian bekas di kawasan Marunda, Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara. Diperkirakan pemusnahan dengan cara pembakaran itu akan berlangsung hingga dua hari berturut-turut.

Ke–1700 bal pakaian bekas itu merupakan barang-barang yang berhasil disita setelah sebelumnya hendak diselundupkan melalui Balai Karimun, Riau. “Setelah diadili dan diputuskan disita menjadi milik negara kita membakar pakaian bekas tersebut,” ujar Sekretaris Pusat Solusi Bisnis, Drs Ridwan Kurnaen yang ikut serta dalam pemusnahan kepada Tempo News Room.

Hingga Pukul 15.15 WIB pembakaran pakaian bekas masih berlangsung di kawasan Marunda yang merupakan kawasan pembakaran sampah tersebut. Asap hitam terlihat mengepul keluar dari bal demi bal yang berisi pakaian yang diselundupkan dari berbagai negara itu.

Selain Ridwan Kurnaen, terlihat hadir dalam pemusnahan itu Dirjen Perdagangan Luar Negeri, Deperindag, Drs. Sudar SA, Dirjen Bea dan Cukai, Departemen Keuangan, Eddy Abdurachman, wakil Dirjen Pajak, Departemen Keuangan, Asosiasi Pertekstilan Indonesia, Dirjen Industri Kimia, Agro dan Hasil Hutan, Departemen Perindustrian dan Perdagangan, Ir. Zaenal Arifin.

Hadir pula dalam pemusnahan itu perwakilan dari Dirjen Perhubungan dan Dirjen Perhubungan Laut Departemen Perhubungan, Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Umum, Kejaksaan Agung dan Asisten Pengamanan Kepala Staf TNI AL.

Menurut Ridwan, pemusnahan pakaian bekas yang diselundupkan tersebut merupakan rangkaian operasi pemusnahan barang penyelundupan yang kian hari kian marak masuk ke wilayah Indonesia. Pemusnahan yang dilakukan kali ini diputuskan dilakukan di Jakarta menginggat jumlah barang selundupan yang cukup banyak.

“Untuk menganggkutnya saja kita pakai kapal laut besar milik TNI AU dan dibutuhkan selama tiga hari perjalanan dari Riau menuju Jakarta,” kata,” ujar Ridwan yang juga Staf Ahli Menperindag Bidang Sumber Daya, Deperindag tersebut.

Pakaian-pakaian bekas yang diselundupkan itu tiba dan diturunkan dari kapal di Pelabuhan Tanjung Priok sejak pukul 1.30. Selanjutnya bal demi bal pakaian bekas itu diangkut oleh truk menuju tempat pembakaran sampah di Marunda yang jaraknya sekita 7 kilometer dari Pelabuhan Tanjung Priok.

Sebelumnya, jelas Ridwan, kasus penyelundupan tersebut telah selesai disidangkan di Riau dan pengadilan setempat memutuskan disita untuk negara untuk kemudian dimusnahkan. “Karena barang ilegal kita putuskan untuk dimusnahakan dengan cara dibakar,” kata dia.

Pengadilan setempat juga sudah memvonis para pelaku penyelundup meski diakui Ridwan belum berhasil menyentuk otak penyelundupan. Untuk itu pihaknya berharap kepada masyarakat untuk ikut setra membongkar penyelundupan dengan cara memberikan informasi kepada tim Pusat Solusi Bisnis yang diketuai Menperindag, Rini S Soewandi.

(Ecep S. Yasa TNR)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data