Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Laks: “Kredit Macet Texmaco Jadi Resiko Bank BNI”
10 April 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Meneg BUMN akan meninjau lagi penjaminan oleh BPPN terhadap Texmaco.
Penunggakan kredit perdagangan atau Letter of Credit (L/C) grup Texmaco senilai US$ 29 juta merupakan resiko yang harus ditanggung oleh Bank BNI selaku pemberi pinjaman. “Masalah pinjam meminjam itu ada unsur resiko, yang menanggung resikonya adalah perbankan,” kata Menteri Negera BUMN Laksamana Sukardi sebelum mengikuti rapat Komite Kebijakan Sektor Keuangan di Departemen Keuangan Jakarta, Kamis (10/4).

Menurut dia, resiko harus ditanggung perbankan karena bank memiliki misi tertentu dalam memberikan pinjaman kepada sebuah perusahaan. Kata dia, apakah benar-benar pinjaman itu digunakan untuk industri strategis atau tidak. “Harus dilihat apakah proyek pinjaman itu dapat dipertanggungjawabkan secara komersial dan cash flow,” tambah Laksamana.

Sedangkan Ketua BPPN Syafrudin Temenggung menjelaskan macetnya kredit Texmaco disebabkan adanya penyimpangn pemakaian dana kredit yang semestinya dipakai untuk mengongkosi operasional pabrik tekstil. Ternyata diselewengkan untuk pembiayaan Divisi Engineering. Karena BPPN sudah menjamin, kata Syafrudin, lembaganya akan menalangi kredit macet Texmaco dari BNI. “Namanya menjamin ya dibayar,” tegas dia.

Meneg BUMN berjanji akan memeriksa kembali kredit perdagangan Texmaco. Ia mengatakan penjaminan oleh BUMN terhadap kredit Texmaco dilakukan sebagai bagian dari restrukturisasi perusahaan itu. Apakah BPPN boleh jamin? “Bukan boleh gak boleh, memang keputusannya begitu, nanti saya secara khusus akan me-review itu,” katanya.

(SS Kurniawan-Tempo News Room)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data