|
Ekbis
BPPN : Sinivasan Harus Cari Modal Sendiri
09 April 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta::“ Tidak ada janji BPPN mencarikan modal kerja buat Texmaco," kata Deputi Ketua Mohammad Syahrial
Pemilik kelompok usaha Texmaco Marimutu Sinivasan harus mencari sendiri modal kerja untuk perusahaannya. "Kalau masalah kebutuhan modal kerja yang akan datang baik engineering maupun tekstil itu jelas di master restructurimg angreemet (MRA) yang akan ditandatangani, itu menjadi tanggung jawab dari Sinivasan.
Syahrial di Kantor BPPN, Wisma Danamon, Rabu (9/4) menjelaskan, modal kerja tersebut berkaitan erat dengan skema pembayaran kredit perdagangan atau letter of credit (L/C) Texmaco sebesar US$ 29 juta yang macet sejak tahun lalu. Menurutnya, sudah ada kesepakatan antara BPPN, BNI dan Texmaco, bahwa pembayaran bisa diambil dari hasil L/C collection dan suntikan modal kerja.
Ketika ditanya, apakah Sinivasan bersedia mencari sendiri modal kerja, Syahrial menegaskan pengusaha keturunan India itu harus bersedia. "Menurut beliau ada," ungkapnya. Dia berharap dengan adanya modal kerja, Texmaco bisa melakukan penjualan sehingga L/C bisa dibayar. "Itukan roll over, jadi misalnya dana L/C yang diperlukan untuk tiga bulan modal kerja, tapi selelah pas tiga bulan itu ada penjualan yang terkoleksi, jadi mereka bisa membayarkan," kata Syahrial.
Dia menjelaskan, masalah modal kerja ini masih dikerjakan supaya bisa ada penurunan kewajibab beban L/C. Sementara itu, mengenai pinjaman Rp 29 triliun yang digunakan untuk restrukturisasi, jatuh temponya tahun depan, "Jadi kita memberikan kesempatan pada pemegang saham untk mulai mencicilnya tahun depan. Jadi ini tidak ada default, terhadap master restructuring agreement terhadap Rp 29 trilyun. Tetapi ada satu tunggakan di L/C facility yang diberikan oleh BNI," ungkapnya.
Menyangkut total L/C yang sudah dikucurkan BNI kepada Texmaco sebesar US$ 99 juta, baru US$ 29 juta yang macet. Sedangkan sisanya US$ 70 juta belum jatuh tempo.
Dalam kesempatan itu, dia juga menjelaskan penjaminan BPPN kepada kelompok usaha Texmaco untuk mendapatkan kredit perdagangan atau letter of credit (L/C) dari Bank BNI Tbk karena permintaan pemerintah. Seperti diberitakan Koran Tempo hari ini, macetnya pembayaran L/C tersebut karena terjadi penyelewengan dana, dari yang seharusnya digunakan untuk perusahaan tekstil ternyata ada yang digunakan untuk perusahaan enginering (industri berat).
(Sam Cahyadi)
|