|
Ekbis
Kapolri : Sulit Memantau Pencurian Kayu
07 April 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kapolri Jenderal Polisi Da’i Bachtiar mengakui, pihaknya kesulitan memantau kegiatan pencurian kayu (Ilegal Logging) di hutan-hutan Kalimantan, tanpa peralatan memadai.
“ Bagaimana memantau kerusakan hutan, kalau tidak memakai helikopter?” kata Kapolri usai acara kenaikan pangkat sejumlah perwira tinggi Polri di Mabes Polri, Senin (7/4).
Kapolri juga menyinggung hasil operasi khusus Wanalaga I yang digelar Polri bersama TNI untuk menangkap para pencuri kayu di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Upaya yang telah dilakukan, kata Kapolri, antara lain berhasil menyita sekitar 32 ribu kubik kayu curian dan rel sepanjang 36 kilometer sebagai sarana untuk mengangkut kayu-kayu curian dari dalam hutan tersebut. “Bisa bayangkan, sangat besar kerusakan disana,” katanya. Polri, telah melakukan langkah terpadu bersama TNI untuk melakukan penyitaan dan penertiban di lokasi tersebut.
“Artinya, kalau sekarang dari pusat datang, terus nantinya kita tinggal, tentunya mereka (pencuri-pencuri kayu) akan datang lagi,” ujarnya. Selain memberdayakan kekuatan Polri yang ada di wilayah tersebut bersama TNI, pengawasan hutan tersebut tentu juga akan dibantu dari aparat departemen kehutanan. “Pola yang sama dengan di Tanjung Puting, kita akan terapkan di tempat lain,” kata dia.
Ditanya apakah ada keterlibatan oknum polisi atas pencurian kayu itu, kata Kapolri, tidak ditemukan. “Tetapi mereka yang tidak serius menanganinya, seperti Kapolres yang selama sekian bulan membiarkan tindakan pelanggaran ilegal logging di wilayahnya, ya kita mutasikan,” kata Kapolri yang mengaku lupa nama Kapolres yang dimutasi tersebut.
(Dimas Adityo – Tempo News Room)
|