Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

BPPN Pertahankan Dua Direksi Lama Lippo
07 April 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:BPPN akan mempertahankan dua direksi lama PT Bak Lippo Tbk selama masa transisi.
“Kalau diganti total nanti nggak ada yang memimpin, kan fit and profer memerlukan waktu,” kata Deputi Ketua BPPN bidang restrukrisasi perbankan I Nyoman Sender di kantornya, Senin (7/4).

Menurut dia, mempertahankan dua direksi sesuai dengan aturan yang berlaku. Aturan itu menyebutkan bank bisa beroperasi jika kebijakan atau keputusan ditandatangani oleh dua direksi. Siapa kedua orang tersebut, Sender berkilah tidak tahu, “Pokoknya yang jelas direksi yang sekarang”.

Sender mengungkapkan, dua direksi itu bisa saja terus dipertahankan bila masa transisi selesai. Dalam masa transisi, calon komisaris dan direksi baru akan menjalani fit and profer test (uji kelayakan dan kepatutan) oleh Bank Indonesia. BI sendiri menjanjikan uji kelayakan ini dilakukan dua minggu setelah rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) Bank Lippo 15 April mendatang.

Ia mengaku, pihaknya sudah menyiapkan beberapa nama untuk mengisi kursi komisaris dan direksi. Tapi dia menolak untuk menyebutkan nama-nama itu. Dia beralasan, seluruh nama masih ada di tangan Ketua BPPN Syafrudin Temenggung. “Pokoknya aku nggak ngomong sekarang, semua itu ada di Pak Syaf,” ujar Sender. Tapi, kata Sender, nama-nama yang dipersiapkan cukup banyak, baik dari wakil pemerintah maupun BPPN sendiri. Bahkan lembaga penyehatan ini berencana untuk menambah lagi nama. Apakah Subowo Musa, staf ahli ketua BPPN) masih masuk daftar, dia menjawab, “Di daftar itu ia masih masuk”.

Ia belum bisa memastikan apakah Presiden Komisaris Mochtar Riady pasti diganti. Tapi, ungkap dia, pihak Bank Lippo menginginkan Mochtar tetap menjabat sebagai presiden komisaris. “Kalau kita maunya presiden komisaris berasal dari wakil pemerintah,” ungkap Sender yang merasa pemerintah tidak dirugikan oleh kasus Lippo sepanjang pihaknya bisa mempertahankan harga saham tetap dan kondisi bank tetap bagus.

Sender membantah pihaknya tidak yakin bisa menyingkirkan keluarga Riady dari Bank Lippo. Ia beralasan negosiasi dengan pihak keluarga Riady belum selesai. Artinya, kata dia, BPPN membicarakan pergantian komisaris dan direksi dengan semua pemegang saham. “Kita ajak bicara supaya di RUPS enak, nanti RUPS nggak jadi kacau bank-nya,” tutur dia. Jumlah direksi dan komisaris yang akan diganti, tambah dia, masing-masing sebanyak tujuh orang.

(Kurniawan – Tempo News Room)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data