Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

US$ 30 Juta Utang Merpati Kepada GMF
07 April 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta: Utang PT Merpati Indonesia berupa biaya perawatan pesawat pada PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia sebesar US$ 30 juta.
Utang Merpati kepada anak perusahaan PT Garuda Indonesia ini merupakan akumulasi sejak tahun 1998. “ Penyelesaiannya sedang dibahas di Kementerian BUMN, karena pemiliknya kan sama (pemerintah),” kata Direktur Utama GMF Aero Asia Hadinoto Soedigno kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Senin (7/4).

Utang sejenis yang juga dialami Indonesia Airlines sebesar US$ 300 ribu. Hadinoto mengelak menjawab saat ditanya berapa total klien GMF saat ini. “Masih dalam pembahasan,” katanya.

Pada kesempatan itu, GMF menerima sertifikasi kelaikan penerbangan dari Badan Sertifikasi Kelaikan Penerbangan Eropa (Joint Aviation Authority). Dengan adanya sertifikasi tersebut, kata Hadinoto, kini GMF lebih leluasa menembus pasar perawatan pesawat Eropa. Sebelumnya, GMF juga telah menerima sertifikasi dari Federal Aviation Authority (FAA) Amerika Serikat.

Saat ini, GMF melayani perawatan pesawat lebih dari 10 maskapai penerbangan. Sekitar 30 persennya, merupakan maskapai penerbangan asing. Diakui oleh Hadinoto, belum semua maskapai penerbangan domestik menggunakan jasa GMF. “Beberapa jenis pesawat memang tidak memiliki fasilitasnya,” kata dia.

Tahun ini, GMF memasang target meningkatkan kontribusinya ke Garuda menjadi US$ 40 juta dari US$ 30 juta pada tahun lalu. Namun, dengan terpuruknya industri penerbangan akibat perang Irak dan wabah radang paru-paru akut (SARS), target itu diturunkan kembali menjadi US$ 30 juta. Tahun lalu GMF memperoleh pendapatan sebesar US$ 150 juta.

(Sapto Pradityo – Tempo News Room)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data