Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

Pemerintah Akan Fasilitasi Promosi Usaha UKM
26 Maret 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ekspor usaha kecil dan menengah (UKM) akan menjajal pasar non tradisional terutama di kawasan Pasific, Eropa Timur dan beberapa negara Afrika. Sebagai awalan, UKM akan difasilitasi untuk mengikuti misi dagang dan pameran baik di dalam maupun berskala internasional. “Kita akan dahulukan UKM penghela, yang nantinya dapat menarik yang lain,” kata Deputi Pemasaran dan Pengembangan Jaringan Usaha Kementerian Negara Koperasi dan UKM, Sri Ernawati kepada wartawan, di kantornya, Rabu (26/3).
Ernawati menyebutkan anggaran tahun ini yang digunakan untuk fasilitasi UKM berpromosi adalah sebesar Rp 7,5 miliar untuk skala internasional. Sedangkan di wilayah pasar domestik, pemerintah menyediakan fasilitasi Rp 3,25 miliar. Tahun lalu, biaya fasilitas promosi hanyalah Rp 5 miliar untuk keseluruhan kegiatan.

Namun, lanjut Ernawati, bantuan itu hanyalah sekedar peringan beban sehingga UKM bisa maksimal menyiapkan dirinya. Selain kementerian, dia juga mengharapkan peranan Pemerintah Daerah, BUMN dan organisasai lainnya yang membina UKM juga turut membantu.

Sejauh ini, ungkap Ernawati, keikutsertaan UKM pada pameran internasional atau pun lokal seringkali tidak maksimal, bahkan serba seadanya. Hal itu karena kurang kuatnya pendanaan yang ikut berpameran.

Untuk tahun 2003 ini, kementerian sudah mencatat beberapa agenda pameran dan misi dagang. Untuk mancanegara, antara lain ke Saudi Arabia, Jepang, Jermana, Afrika, dan lainnya. Sedangkan untuk mendapatkan fasilitasi, kementerian mengutamakan UKM penghela atau mempunyai kuasa dari lima UKM lainnya (avelis) dan memiliki kapasitas ekpsor minimal satu container. Persyaratan lainnya mengikuti pameran antara lain jenis usaha produktif, mampu dalam kontribusi pembiayaan awal, serta kesiapan komunikasi terutama bahasa Inggris.

Fasilitasi yang sudah dirancang kementerian adalah bantuan biaya transportasi untuk kegiatan misi dagang dengan masing-masing untuk UKM penghela pemula dan bukan pemula adalah 50% dan 25 %. Sedangkan keikutsertaan pameran, bantuan full (100%) untuk pembuatan katalog, fiskal dan Booth. Untuk cargo dan transportasi bervariasi, antara 25 % dan 50 % tergantung kreteria UKM.

Dede Ariwibowo - TNR

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data