Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

BPPN Teruskan Negosiasi Restrukturisasi Utang APP
26 Maret 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) tetap akan meneruskan proses negosiasi restrukturisasi final utang Asia Pulp and Paper (APP), walaupun melewati batas waktu yang sudah ditentukan. "Kalau 31 Mei juga tidak tandatangan, gue (BPPN) sendiri yang jalan," kata Deputi Ketua BPPN bidang asset management credit (AMC) Mohammad Syahrial kepada wartawan di Kantor BPPN di Wisma Danamon, Rabu (26/3).
Seperti diketahui, dalam settlement agreement tanggal 18 Desember 2002, BPPN dan kreditor asing yang tergabung dalam export credit agency (ECA) sepakat bahwa tanggal 31 Maret sebagai target penandatanganan perjanjian restrukturisasi final utang APP. Tapi, BPPN mengusulkan tanggal 31 Mei karena para pemegang obligasi (bondholder) memerlukan waktu yang lebih panjang untuk ikut serta dalam restukturisasi ini, guna mendapatkan persetujuan dari security exchange commission (SEC).

Menurut Syahrial, BPPN tidak terpaku deadline dalam menyelesaikan dua masalah yang masih tersisa yaitu menyangkut konsep APP Trading dan share in trust. "BPPN fleksibel. Kita sudah restrukturisasi. Yang ingin menambahkan konsep tersebut (APP Trading dan shre in trust) adalah ECA," katanya.

Ditambahkannya, perpanjangan ini dilakukan hanya untuk menghormati kreditor asing saja. "Tanggal 18 Desember (settlement agreement) kita sudah tandatangan. Bisa saja BPPN tandatangani definitive restructurisation agreement. Tapi kita hormati kreditor yang lain," ungkapnya.

Seperti disampaikan Kepala BPPN Syafrudin Temenggung, Selasa kemarin, Syahrial mengatakan jika tanggal 31 Maret bisa diselesaikan sangat baik dan itu mungkin saja terjadi. "Tapi kan harus diperhatikan bondholder juga," tambahnya.

Menanggapi kemungkinan kedua konsep itu menemui jalan buntu, BPPN akan kembali ke kesepakatan yang sudah ditandatangani pada tanggal 18 Desember lalu. "Sekarang tinggal kembalikan ke bond holder asing yang 56%," imbuhnya.

Tapi, Syahrial berharap hal itu tidak akan terjadi. Menurutnya, ECA juga harus mencari jalan tengah untuk menyelesaikan permasalahan ini. BPPN sendiri, lanjut dia, mengusulkan jalan tengah yang diharapkan bisa menjadi jalan keluarnya.

BPPN, mengusulkan pembentukan semacam konsultan independen yang di dalamnya ditaruh ahli-ahli yang independen di tiap-tiap operating company APP yaitu di PT Indah Kiat Pulp and Paper, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk, PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills dan PT Lontar Papyrus Pulp and Paper Industry. "Itu memang yang terbaik. Seperti konsep Executive commite (Excom) tanpa harus melanggar UU Perseroan Terbatas, monopoli. Yang penting kan kontrolnya. Nanti orang-orang itu didampingi ahli independen yang memang tahu pengelolaan pulp dan paper," paparnya.

Sam Cahyadi --- TNR

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data