Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

Sampoerna Tanamkan Investasi US$ 3,6 juta di Cina
25 Maret 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sampoerna Packaging Asia Pte. Ltd. (SPA), bagian dari grup usaha PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. menanamkan investasi sebesar US$ 3,6 juta, di negara Cina. Bentuk investasi ini adalah mendirikan sebuah perusahaan patungan dengan Jiangyin Liantong Industries Co. Ltd. (JLI), suatu perusahaan berkedudukan di Cina, yang diberi nama Jiangsu Liantong Sampoerna Printing Co. Ltd (JLS Printing).
Penyertaan saham SPA di perusahaan patungan yang berkedudukan hukum di kota Jiangyin, Cina ini adalah sebesar 30 persen. Sedangkan JLI memiliki 70 persen saham di JLS Printing, setelah menanamkan investasi sebesar US$ 8,4 juta dari keseluruhan modal dasar perusahaan patungan itu, sejumlah US$ 12 juta.

Sekretaris Perusahaan H.M. Sampoerna Tjandra Bachtiar mengungkapkan, perusahaan patungan ini akan bergerak di bidang usaha industri percetakan kemasan rokok dan percetakan barang-barang, serta kemasan barang-barang pada umumnya. Total investasi perusahaan baru ini sejumlah US$ 23 juta. "Sampoerna Packaging Asia telah menyetorkan seluruh bagiannya, yaitu sejumlah US$ 3,6 juta, pada tanggal 4 Maret lalu," kata Tjandra, dalam penjelasan tertulisnya ke Bursa Efek Jakarta, Selasa (25/3).

Dia menjelaskan, Sampoerna Packaging Asia adalah perusahaan yang berdomisili di Singapura, dimana 100 persen sahamnya dimiliki oleh PT Sampoerna Percetakan Nusantara. Sedangkan H.M. Sampoerna, menguasai 80 persen kepemilikan saham di Sampoerna Percetakan Nusantara.

Seperti diberitakan tahun lalu (25/10), H.M. Sampoerna terus menjajaki kemungkinan untuk melakukan penyertaan saham dengan Jiangyin Liantong, suatu perusahaan pengemasan rokok di Cina. Pejabat Hubungan Investor Sampoerna Alex Wekrosemboko menyatakan, penjajakan ini dilakukan sebagai usaha Sampoerna mencari peluang bisnis yang lebih bagus. Alex menambahkan, sebagai pemegang franchise St. Duppont, sebuah merek rokok terkenal di dunia, sudah menjadi komitmen Sampoerna untuk terus menjajaki pasar-pasar baru, baik di dalam maupun di luar negeri.

Komisaris Sampoerna Eka Dharmayanto Kasih, beberapa waktu yang lalu menyebutkan langkah penyertaan itu merupakan bagian dari investasi strategis Grup Sampoerna, dalam merintis akses ke Cina. Selain itu, langkah penyertaan ini juga sesuai dengan salah satu tujuan jangka panjang Sampoerna, yaitu memilih berinvestasi di perusahaan pengepakan rokok.

Yura Syahrul --- TNR

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data