|
Ekonomi dan Bisnis
Penurunan Harga Minyak Dunia Tidak Pengaruhi Harga Dalam Negeri
25 Maret 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro mengatakan turunnya harga minyak dunia tidak otomatis menurunkan harga bahan bakar minyak dalam negeri. Demikian diungkapkannya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (25/3). Dia mengatakan turunnya harga minyak dunia hanya akan berlangsung beberapa bulan saja. Selebihnya tidak bisa diprediksi. “Harga bahan bakar minyak bulan depan belum tentu turun,” katanya.
Menurut Purnomo, turunnya harga minyak dunia tidak serta merta membuat pemerintah mengubah asumsi harga pada APBN. Masalahnya, asumsi harga minyak dunia di APBN menggunakan harga rata-rata selama satu tahun. Sementara, fluktuasi harga minyak masih belum menentu.
Dia memperkirakan, harga minyak mentah dunia masih akan tetap turun. Namun, dia berharap, harga tidak turun dibawah US$ 20 per barel. Hanya saja, berdasar pengalaman, bila harga minyak menyentuh harga US$ 20 per barel, biasa negara non OPEC seperti Norwegia dan Meksiko akan membantu mengamankan harga.
Meskipun demikian, Purnomo mengatakan, turunnya harga minyak dunia sempat menjadi bahan pembicaraan di forum OPEC. Rencananya, Juni nanti OPEC akan mengadakan pertemuan di Qatar untuk membahas harga minyak ini.
Purnomo mengatakan, saat ini negara OPEC mempunyai cadangan minyak sebanyak 5,6 juta barel per hari. Dengan demikian, dunia tidak akan kekurangan pasokan, meski pasokan minyak dunia terancam kehilangan pasokan dari Irak sebanyak 2,5 juta barel per hari. “Jadi, sebenarnya tidak ada masalah,” katanya.
Cadangan ini belum termasuk negara non OPEC seperti Rusia yang mampu memproduksi minyak sebanyak 8 juta barel per hari. Menurut Purnomo, Rusia melepas minyak 3 juta barel per hari ke pasar. Sisanya digunakan untuk konsumsi dalam negeri.
Multazam --- TNR
|