|
Ekonomi dan Bisnis
Tiga Konsorsium Masuk Shortlisted Divestasi Bank Danamon
21 Maret 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta:BPPN telah menetapkan tiga calon investor strategis menjadi shortlisted bidders dalam divestasi 51 persen saham pemerintah di PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Ketiganya adalah konsorsium Asia Finansial Indonesia, konsorsium Bank Artha Graha dan konsorsium Bhakti Capital Indonesia. Hal itu disampaikan Ketua BPPN Syafrudin Temenggung dalam konferensi pers di Kantor BPPN di Wisma Danamon, Jakarta, Jumat (21/3) sore.
Menurut Syafrudin, ketiganya lolos setelah dianggap memenuhi kriteria yang ditetapkan BPPN. Kriteria tersebut: pertama, kualitas bidder yang meliputi penilaian pengalaman dalam mengelola lembaga keuangan, sumber keungan, pengalaman dalam merger dan akuisisi, lingkup serta skala usaha. Kedua, harga yang diajukan dalam preliminary bid. Ketiga, visi strategis untuk Bank Danamon dan komitmen kepada pengembangan sektor perbankan.
Sedangkan dua bidder lainnya yaitu konsorsium Bhakti Invesment Manajemen dan Orsborne mundur karena tidak berhasil menggandeng bank untuk memimpin konsorsium. Penentuan itu diambil BPPN juga setelah mendengar masukan dari penasehat keuangan (Financial Advisor) BPPN, JP Morgan.
Syafruddin menambahkan, konsorsium Bhakti Capital Indonesia juga menggandeng Bank Mega. “Kita juga mendapatkan surat tertulis dari Bank Mega yang mengatakan bahwa mereka akan join dalam konsorsium ini,” ungkap dia. Sedangkan dalam konsorsium Asia Finansial Indonesia, ikut bergabung Temasek dan Deutche Bank. Mengenai isu Bank Artha Graha menggandeng Gudang Garam, dia membantah. “Yang masuk ke kita Bank Artha Graha, nggak ada statemen GG (Gudang Garam), AA, DD, CC, nggak ada,” ujarnya.
Tapi, usai mendampingi Ketua BPPN, Deputi Kepala BPPN bidang Restrukturisasi Perbankan, I Nyoman Sender mengatakan kemungkinan besar Bank Artha Graha sudah mempunyai mitra untuk ikut dalam pembelian Bank Danamon tersebut. “Mungkin sudah punya tapi belum didisclose,” katanya. Dia menambahkan jika ada pihak yang sangsi atas kemampuan Bank Artha Graha, Sender mengatakan tidak usah khawatir. “Karena ada final bidding, kalau nggak memenuhi syarat, ya dicoret. Sekarang kan baru preliminary, dia memenuhi syarat awal ya kita terima,” jelasnya.
Sender juga membenarkan bahwa konsorsium Asia Finansial Indonesia adalah perusahaan yang baru dibentuk untuk mengikuti divestasi Danamon. Temasek adalah perusahaan yang berdomisili di Singapura. “Tadi kan ada Financial Indonesia Private Limited Singapore, jadi dia di Singapura koq,” katanya.
Dalam kesempatan itu Syafrudin kembali menegaskan pihaknya tidak akan melepas Bank Danamon kalau harganya (penawaran) di bawah nilai buku saham di Bank BCA dulu. “Harus di atas, lebih besar,” tegasnya. Menurut Direktur Utama Bank Danamon Arwin Rasyid beberapa waktu lalu nilai buku Danamon sendiri saat ini sekitar Rp 950 per saham.
Syafrudin menjelaskan setelah penetapan shortlisted bidders ini, ada lima kegiatan yang akan dilakukan. Pertama, due diligence dan presentasi manajemn pada tanggal 24 Maret sampai 17 April. Kedua, penyerahan dokumen final bid pada tanggal 21 April. Ketiga, pengumuman prefered bidder pada tanggal 22 April. Keempat, evaluasi fit dan proper test oleh Bank Indonesia tanggal 22 April sampai 16 Mei 2003. Dan penentuan pemenang pada akhir Mei.
Dan untuk memantapkan proses seleksi divestasi serta untuk mendapatkan partner yang tepat, BPPN, kata Syafrudin, akan menunjuk komite penasehat divestasi di Bank Danamon Indonesia. Tugasnya memberikan masukan strategis kepada BPPN dalam proses pengambilan keputusan pemenang. “Ini satu tim independen yang terdiri dari pakar-pakar yang kita sedang pikirkan siapa yang duduk di situ,” imbuhnya.
Dalam konferensi pers tersebut, selain I Nyoman Sender, ikut mendampingi Syafrudin, Kepala Divisi Humas BPPN Raymond Van Beekum serta dari JP Morgan Jonathan Chang.
Sam Cahyadi --- TNR
|