Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

Kwik Kecam Rencana Penempatan Bacelius Ruru Sebagai Preskom Lippo
20 Maret 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Kwik Kian Gie menanggapi positif rencana penggantian manajemen PT Bank Lippo Tbk oleh pemerintah. Namun, penempatan Sekretaris Meneg BUMN Bacelius Ruru sebagai kandidat Presiden Komisaris Bank Lippo, dinilainya aneh. Mengingat Ruru saat ini menjabat juga sebagai Presiden Komisaris PT Bursa Efek Jakarta (BEJ).“Itu keputusan yang sangat aneh.,” ujar Kwik usai mengikuti sidang kabinet di Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (20/3).
Menurut Kwik rencana penempatan Ruru justru dikawatirkan akan menimbulkan kekacauan karena potensial terjadi konflik kepentingan. Sebagai presiden komisaris BEJ, ia harus membela prinsip-prinsip BEJ. Sementara ketika memegang posisi sebagai presiden komisaris Bank Lippo, ia harus membela prinsip-prinsip kelangsungan hidup emiten dan perusahaan. “Otak Bacelius Ruru bisa kacau sendiri,” ujar Kwik.

Kwik justru menyarankan, bila memang Ruru dicalonkan sebagai presiden komisaris Bank Lippo, sebaiknya ia mundur dulu dari jabatannya di BEJ. “Ya harus begitu dong. Kalau tidak, bagaimana mungkin satu orang membagi-bagi pikiran,”kata dia.

Kwik mengaku sepakat atas rencana penggantian Preskom Lippo yang kini diduduki Mochtar Riady tersebut. “Dari dulu Pak Mochtar kan memang akal-akalan,” katanya.

Privatisasi

Sementara itu, oal privatisasi BUMN, yang dikawatirkan sejumlah kalangan akan terganggu akibat perang AS-Irak, justru tidak dibicarakan sama sekali di dalam sidang kabinet kali ini.”Kalau privatisasi sih, menurut saya, ada atau tidak ada krisis Irak, perhatian pemerintah memang tipis sekali,” ujar Kwik.

Retno Sulistyowati --- Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data