|
| |
|
|
Ekonomi dan Bisnis
Cadangan Minyak Mentah Dunia Naik, Harga Turun 9 Persen
19 Maret 2003
TEMPO Interaktif, Washington, AP:Cadangan minyak mentah dunia meningkat dan harganya di pasar mulai menurun dengan semakin dekatnya batas ultimatum perang yang diserukan Amerika Serikat atas Irak. Harga minyak mentah di pasar internasional itu turun 3 dolar AS per barel atau sekitar 9 persen dari harga kemarin yang mencapai 35 dolar AS per barel. Ini harga terendah yang bisa dicapai dalam dua bulan terakhir.
Penyebabnya adalah keyakinan para pedagang bahwa ada cukup cadangan minyak mentah untuk menggantikan hilangnya sekitar 2 juta barel produksi minyak Irak, bila perang jadi dilancarkan.
Para analis juga mengatakan bahwa saat krisis di Irak dan pemogokan di Venezuela terjadi, para produsen minyak dunia yang tergabung dalam OPEC telah meningkatkan produksi mereka. “Saat ini ada cukup banyak cadangan minyak di tangki-tangki penampungan dan kapal-kapal pengangkut,” kata analis itu seperti dikutip kantor berita “AP”.
Saudi Arabia dipercaya masih memiliki 50 juta barel dalam penampungannya. Dan ada lebih banyak lagi yang masih dalam perjalanan menuju tempat penampungan lain. Jumlah itu cukup untuk menggantikan 1,5 – 2 juta barel per hari yang selama ini dipasok Irak selama sebulan ke depan.
Larry Goldstein, Presiden Petroleum Industry Research Foundation, mengatakan bahwa pasar melunak setelah Presiden Amerika George W. Bush menegaskan pihaknya siap menggunakan 600 juta barel cadangan minyak strategis mereka untuk menganggulangi krisis pasokan.
Kepala Komite Energi dan Perdagangan dari partai Republik di parlemen Amerika, Billy Tauzin, meyakinkan bahwa cadangan itu mampu menyediakan minyak secara cepat atas perintah Presiden Bush. “Minyak itu telah dialihkan untuk siap diedarkan,” katanya.
Tetapi beberapa analis lain masih mengingatkan bahwa tidak ada jaminan bahwa perang di Irak hanya akan berlangsung singkat. Oleh karena itu harga minyak masih dalam kondisi rentan. “Bisa saja naik kembali,” kata Tom Bentz, analis di BNP Paribas, New York.
Tomi Aryanto --- TNR
|
|
|
| dibuat oleh danendro : Radja |
Berita Terkait
|
| |
Berita ekbis Lainnya
| |
|
| |
Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
|
| |
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
|
| |
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
|
| |
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
|
| |
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
|
| |
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
|
| |
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
|
| |
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
|
| |
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
|
| |
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)
|
| |
|
| |
Index Berita
|
|
|
|