|
Ekonomi dan Bisnis
Bank Danamon Diminta Konsentrsai di Sektor Retail
19 Maret 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pembeli Bank Danamon harus punya misi menjadikan Bank Danamon sebagai bank yang kuat di sektor retail. "Siapapun yang beli Bank Danamon harus menjadikan bank Danamon kuat disektor UKM) dan konsumer," kata Direktur Utama Bank Danamon Arwin Rasyid kepada wartawan usai penandatanganan perjanjian kerjasama pemberian fasilitas kredit kepada Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di kantor Bank Danamon, Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (19/3).
Menurut Arwin, Bank Danamon mempunyai cabang dari 460 tersebar di seluruh Indonesia. "Danamon berada dalam posisi yang baik menjadi bank andalan untuk sektor retail. Yang terdiri dari UKM dan konsumer," ujar dia.
Dia menjelaskan, pihaknya masih menunggu pengumuman yang akan dilakukan BPPN menyangkut kepastian pemilik baru Bank Danamon. Pihaknya mengaku tidak bisa menilai pembeli mana yang terbaik bagi Bank Danamon dalam proses divestasi ini. "Kami belum bisa menilai, dan nantinya BPPN-lah sebagai penjual akan menilai bidder-bidder terbaik bagi Bank Danamon," kata dia.
Arwin kurang setuju kalau dikatakan divestasi (penjualan) waktunya dipaksakan. Menurutnya pemerintah dalam hal ini BPPN mempunyai pertimbangan sendiri atas divestasi tersebut."Kapan jualnya apakah sekarang atau nanti sangat bergantung pada faktor-faktor di luar kendali kita (manajemen Danamon). Justru kuncinya di pemerintah, mungkin mereka butuh dana untuk APBN atau bagian dari planning BPPN sendiri”.
Dia mengatakan, bagi manajemen bicara soal waktu, selama kinerja Danamon itu terus bisa membaik maka dengan sendirinya harga nilai buku bank akan terus meningkat. "Mau jualnya sekarang harga segini, mau jualnya nanti harganya akan berubah lagi," katanya.
Ketika ditanya apakah memang harus di atas harga saat saham BCA dijual, Arwin mengatakan tergantung pada penawaran dan permintaan. "Jadi ini akan terjadi market price," imbuhnya. Tapi, lanjut dia, kembali menegaskan bahwa BPPN sebagai penjual tentu sudah mempunyai target harga dipakai sebagai acuan.
Tapi, dia menambahkan, harga saham Danamon di pasar tidak bisa dijadikan patokan. Karena total saham Bank Danamon yang ada di pasar tidak lebih dari setengah persen. "Patokan yang bisa dipakai adalah nilai buku Danamon per saham dan dibandingkan dengan bank-bank sejenis yang telah dijual sebelumnya," paparnya.
Ketika di desak apakah sebaiknya pemiliknya asing atau lokal , dia kembali menegaskan yang terpenting adalah visi dari calon pembeli terhadap Bank Danamon. "Kalau visinya lebih bagus di pihak asing kenapa nggak asing yang memiliki," ujar dia.
Sementara itu, mengenai asal usul sumber dana pembeli Bank Danamon, Arwin mengatakan itu merupakan bagian due diligence yang dilakukan oleh BPPN dan Bank Indonesia. "Tentu dalam hal ini pemerintah ekstra hati-hati. Kita nggak mau mengulangi kesalahan-kesalahan masa lalu," katanya berharap.
Ketika dikonfirmasi, bahwa salah satu bidder adalah debitur Bank Danamon sendiri yaitu Gudang Garam, dia membenarkan. Tapi, dia mengungkapkan bahwa nilai kredit yang diberikan Danamon kepada Gudang Garam tidak besar. "Karena sebagai perusahaan blue chips pasti banyak kerjasama dengan banyak bank," katanya. Sam Cahyadi --- TNR
|