Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

Pemerintah Siapkan Subsidi BBM Akibat Perang Irak
18 Maret 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah optimis bisa memberikan subsidi atas kemungkinan naiknya harga minyak di pasaran dunia akibat krisis Irak selama 3-4 bulan. Bahkan, pemerintah siap menanggung pembengkakan defisit APBN yang kemungkinan besar akan terjadi. “Apa boleh buat, pemerintah siap untuk defisit, “ ujar Menko Kesra Jusuf Kalla, usai mengadakan pertemuan dengan sejumlah menteri kabinet Gotong Royong, bersama Presiden, di Istana Negara Jakrta, Selasa (18/3).
Kalla menegaskan , pemerintah memprediksi perang irak yang kemungkinan terjadi, akan bertahan selama 2-3 minggu. Akibatnya, harga minyak dunia akan naik. Atas kenaikan tersebut, pemerintah memastikan akan memberikan tambahan subsidi, sehingga harga BBM di dalam negeri tidak akan berubah. Menurutnya, tambahan subsidi yang akan diberikan, diperkirakan jumlahnya akan besar. Tetapi, keadaan itu tidak akan mempengaruhi pendapatan negara secara signifikan. Karena, negara juga akan mendapatkan masukan dana yang besar dari ekspor minyak ke luar negeri.

Pemerintah akan mengkombinasikan besarnya dana yang akan digunakan untuk mensubsidi dengan dana baru hasil ekspor minyak. Kalla yakin, pendapatan ekspor bisa menutupi tambahan subsidi, bahkan bisa lebih sedikit. “Dari segi kalkulasi, terjadi pembengkakan subsidi, tetapi dari segi pendapatan negara tidak,” kata dia. Karena itu, ia yakin pemerintah akan tetap mampu bertahan.

Kalla menegaskan, perubahan harga minyak dunia akibat krisis di Irak itu tidak akan menyebabkan perubahan APBN secara signifikan. “Perubahannya sekitar sepertiga, lah,” kata dia. Kendati demikian, dampak krisis Irak itu terhadap perekonomian Indonesia tergantung pada lama atau tidaknya perang terjadi. Jika perang berlangsung lama, maka pengaruhnya terhadap Indonesia akan semakin besar, misalnya terhadap BBM, perdagangan luar negeri (ekspor impor) dan pendapatan negara dari wisatawan asing,. Karena itu, pemerintah berharap perang tidak akan lama ataa kalau perlu tidak terjadi sama sekali.

Pemerintah juga menjamin tidak akan menaikkan harga BBM meski harga minyak dunia naik pada level berapapun. “ Harga BBM tetap tidak akan dinaikkan, karena ini merupakan keadaan darurat,” kata dia.

Dalam rapat mendadak selama sekitar satu seperempat jam itu, menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, melaporkan kepada presiden tentang dampak langsung krisis Irak terhadap keadaan minyak dan gas di Indonesia. Purnomo memastikan pasokan BBM maupun minyak mentah dalam negeri, akan tetapi aman sampai bulan Mei mendatang. Kondisi itu didasarkan atas asumsi bahwa Kuwait tetap mensuplai minyak ke Indonesia, sesuai dengan komitmen yang diberikan, disamping mobilisasi kilang-kilang minyak di Indonesia.

Purnomo menjamin, tidak akan ada ancaman pasokan minyak dalam negeri, kendati demikian rencana cadangan tetap harus dibuat.

Mengenai pergeseran harga minyak dunia, diakui akan mempengaruhi APBN 2003. Untuk itu, Menko Perekonomian akan segera membahas perubahan APBN tersebut. Rencananya, Rabu (19/3) Menko Perekonomian akan memimpin Rakor Bidang Ekonomi untuk menganalisa dampak perkembangan krisis Irak terhadap Indonesia.

Retno Sulistyowati - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data