|
Ekbis
Kwik Minta Penyelesaian APP Tak Sekedar Pertimbangkan Untung Rugi
18 Maret 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional Kwik Kian Gie menilai penyelesaian kasus Asian Pulp dan Paper (APP) tidak bisa hanya didasarkan atas hitung-hitungan untung rugi. Penyelesaiannya, menurut Kepala Bappenas ini, harus pula mempertimbangkan aspek politis, mengingat para kreditor asing merupakan negara-negara sahabat.
“Harus diperhitungkan bagaimana hubungan baik kita dengan 11 negara kreditor asing,” kata Kwik usai menghadap Wakil Presiden Hamzah Haz di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (18/3).
Menurut Kwik, proses penyelesaian modal teknokratik, yang hanya menghitung untung rugi, tidak akan menyelesaikan masalah. Ia khawatir cara itu justru bisa menimbulkan permasalahan baru, terutama berkaitan dengan hubungan diplomatik yang telah terjalin puluhan tahun.
Kendati demikian, kata dia, tidak berarti Presiden harus serta merta memenuhi permintaan kreditor asing itu. “Yang penting permintaan mereka diakomodasi,” kata dia.
Sebelas negara yang menjadi kreditor APP, Amerika Serikat, Jerman, Swedia, dan Italia, melalui duta besar mereka di Indonesia telah melayangkan surat kepada Presiden dan MeKteri keuangan beberapa hari lalu. Mereka kecewa atas sikap Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) yang dinilai terlalu lemah menghadapi APP yang dimiliki keluarga Eka Tjipta Widjaja.
Mereka meminta Presiden Megawati melakukan intervensi dalam kasus itu. Para kreditor ini juga meminta Pemerintah Indonesia melakukan pengawasan ketat terhadap BPPN dalam melakukan negosiasi yang saat ini sedang berlangsung. (Retno Sulistyowati – Tempo News Room)
|