Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

Sanksi Anti Dumping Sepatu Ke Eropa Berakhir
18 Maret 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Produsen sepatu Indonesia boleh kembali bergiat mengekspor ke Eropa. Pasalnya, Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) yang dikenakan Komisi Eropa sudah dinyatakan tidak berlaku lagi sejak tanggal 1 Maret 2003. Potensi pasar Eropa sebesar US$ 615, 670 ribu per tahunnya bisa digenjot kembali.
“Tinggal dunia industri sepatu kita bisa memanfaatkan situasi ini sesuai dengan kebijakan yang berlaku,” kata A. Tarmizi Sayb, dari sub direktorat advokasi tuduhan dumping, Departemen Perindustrian dan Perdagangan, dalam keterangan pers, di Jakarta, Selasa (18/3).

Dijelaskan Tarmizi, produsen sepatu Indonesia terkena tuduhan dumping dan terkena sanksi sejak tanggal 23 Februari 1998. Sanksi komisi Eropa sendiri berupa pengenaan BMAD terhadap produk ekspor sepatu kulit dan plastik buatan Indonesia sebesar 2 % hingga 20,3 %. Jumlah perusahaan yang terkena sanksi itu adalah 12 produsen dengan kisaran bea berbeda-beda. Sanksi dijatuhkan karena produk ekspor ke Eropa harganya lebih murah dari harga domestik.

“Itu sudah aturan WTO. Prinsipnya, tidak lebih rendah dari 2% dari pasar domestik. Jika dijual 100 untuk ekspor berarti harga dalam negeri tidak boleh lebih rendah dari 98,” kata dia mengasosiakan ikhwal tuduhan dumping.

Pemberian sanksi selama lima tahun itu tanpa ada peninjauan kembali, baik dari Komisi Eropa, Asosiasi atau Industri setempat, hingga dinyatakan tidak berlaku. Sebab, aturannya tiga bulan sebelum habis masa, akan diadakan peninjauan kembali. Namun karena tidak ada, salah satu produsen Indonesia menyampaikan submisi yang ditanggapi dengan keterangan pemberian sanksi sudah lewat (expiry Anti Dumping) atas produk sepatu Indonesia itu.

Ekspor sepatu Indonesia ke pasar Eropa pada kurun akhir tahun 2002 sekitar US$ 670 juta dari total keseluruhan sekitar US$ 1,095 juta. Kendati terkena sanksi, ekspor sepatu Eropa masih relatif stabil dengan sedikit peningkat walaupun belum menembus angka tertinggi pada tahun 1996. Negara Eropa tujuan ekspor sepatu Indonesia adalah Belgia, Perancis, Jerman, Italia, Belanda, Spanyol dan Inggris.

Dede Ariwibowo - TNR

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data