Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Kenaikan Harga Minyak Dunia Tak Pengaruhi Indonesia
18 Maret 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Melonjaknya harga minyak mentah di pasaran dunia dianggap bukan sebagai masalah serius bagi Indonesia. Alasannya, peningkatan biaya impor untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri tertutup oleh pendapatan ekspor produk serupa yang besarnya bisa dua kali lipat. Karena itu, “DPR belum berencana meminta penjelasan pemerintah soal ini,” kata Ketua Komisi Bidang Energi DPR Irwan Prayitno kepada Tempo News Room di Jakarta, Selasa (18/3).
Saat ini harga minyak dunia telah mencapai hingga US$ 36 per barel telah jauh melebihi patokan harga dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang sebesar US$ 22. Harga pasar dunia itu juga tidak lagi relevan dengan kisaran patokan yang dibuat organisasi negara-negara pengekspor minyak dunia (OPEC), US$ 22-28 per barel.

Menurut perhitungan Irwan, impor Indoensia hanya berkisar pada angka 150 ribu barel per hari, sedangkan ekspor minyak dari produksi dalam negeri bisa mencapai 300-an ribu barel per hari. Sehingga peningkatan subsidi yang harus ditangung pemerintah akibat biaya impor masih bisa teratasi dari adanya windfall profit. “Sebenarnya kita malah untung dengan situasi ini,” ujarnya.

Selain itu, tambah Irwan, tidak banyak yang bisa dilakukan Indonesia untuk mengatasi fluktuasi harga minyak dunia. Sebab, situasi pasar dunia merupakan hal yang wajar terjadi sebagai reaksi atas ancaman perang di Irak oleh Amerika dan sekutunya.

Reaksi negatif dunia atas rencana Amerika ditandai dengan anjloknya indeks harga saham di beberapa pasar Internasional seperti Wall Street di New York, Tokyo dan Hongkong. Selain itu, dampak yang sudah dirasakan beberapa waktu sebelumnya adalah melonjaknya harga minyak.

Peningkatan harga minyak itu masih mungkin berlanjut, sebab ada kemungkinan pasokan minyak dari Irak akan terhenti apabila terjadi serangan. Padahal produksi minyak Irak mencapai 2,5 juta barel per hari. “Jumlah ini bisa hilang dari pasaran, “ kata Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral Purnomo Yusgiantoro beberapa waktu lalu.

Namun, menurut Purnomo, beberapa negara OPEC, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Kuwait, telah menyatakan sanggup untuk menutupi kekurangan pasokan minyak dunia yang ditinggalkan Irak.

Pasokan minyak untuk keperluan dalam negeri juga diangap masih aman. Irwan Prayitno mengatakan hal itu mengutip penjelasan dari Direktur Jenderal Minyak dan Gas Iin Arifin. “Impor minyak kita berasal dari Qatar dan Saudi. Dan Pak Iin menjamin jalur-jalur itu aman,” kata Irwan. (Y. Tomi Aryanto – Tempo News Room)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data