Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Akibat Perang Irak, Pendapatan Garuda Berpotensi Turun
13 Maret 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Dirut PT Garuda Indonesia, Indra Setiawan, memperkirakan Perang Irak akan menurunkan pendapatan Garuda. Hanya, Indra merasa tidak terlalu khawatir. “Yang jelas, potensial revenue (pendapatan) pasti akan berkurang,” kata Indra Setiawan di Jakarta Kamis (13/3).
Hanya saja, kata Indra, krisis teluk yang terjadi sekarang ini tidak mempengaruhi penerbangan Garuda dari dan ke Mekah. Menurutnya, penerbangan ke tiga kota terbesar di Arab Saudi yaitu Dhaka, Jeddah termasuk Mekah, tidak menunjukkan penurunan jumlah penerbangan hingga kini.

Jika Amerika jadi menggempur Irak pada 17 Maret mendatang penerbangan yang mungkin terganggu adalah penerbangan dari dan ke Eropa. “Karena jalur Garuda agak sedikit ke Selatan, tepat diatas Irak,” kata dia.

Menurut dia, jika perang itu terjadi, dan jumlah penumpang turun drastis, maka pihaknya akan menghentikan penerbangan ke Eropa. Namun, kata Indra, sejauh ini pihaknya belum memperoleh data penurunan jumlah penumpang ke Eropa. “Kita lihat saja, posisi booking tanggal 17 Maret nanti,” kata dia

Meski demikian, dijelaskan Indra, Garuda sudah menyiapkan antisipasi turunnya jumlah penerbangan akibat perang. Ia mencontohkan penerbangan ke Eropa akan diubah jalurnya menuju kota lain sebelumnya yang tidak melewati teritorial wilayah udara Irak. Hal ini, kata dia, akan berpengaruh pada bertambahnya jumlah bahan bakar yang harus dikeluarkan Garuda. “Mungkin 3-5 persen ada kenaikan penambahan bahan bakar,” kata dia.

Selain jumlah bahan bakar, akibat perang ini, Indra melihat akan bertambah tingginya biaya asuransi yang dikeluarkan pihaknya kepada penumpang. “Makanya saya akan cek operasinya bisa digeser ke mana dan dampak yang akan ditimbulkannya,” kata dia. Ia menegaskan sekali lagi bagi pihaknya yang penting signifikasi jumlah penumpang dari Eropa pasca keputusan temuan tim inspeksi PBB terhadap senjata pemusnah massal milik Irak, yang akan diumumkan pada 17 Maret nanti.

Bagja Hidayat --- Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data