|
Ekbis
Parlemen ASEAN Akan Bentuk “Bank Anti-Kemiskinan”
13 Maret 2003
TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Delegasi parlemen dari 10 negara ASEAN (AIPO) menggagas kemungkinan berdirinya Bank ASEAN Anti-Kemiskinan (an ASEAN Anti Proverty Bank). Pendirian Bank ini adalah usulan dari Philipina pada Sidang Umum AIPO ke-23 di Hanoi, Vietnam. Tahun lalu.
Selain soal kemiskinan, pertemuan AIPO yang tengah digelar di Yogyakarta ini juga membahas tentang penaggulangan bahaya Narkoba. Menurut Akbar Tandjung, Ketua parlemen Indonesia, persoalan penanggulangan Narkoba ini sebenarnya sudah sering dikemukakan dan dibahas pada setiap pertemuan atau Sidang Umum AIPO. Namun hasilnya hanyalah berupa resolusi dan bentuk imbauan. "Peredaran narkotika sudah sampai pada titik yang sangat membahayakan,” jelas Akbar.
Persoalan narkoba kini tidak lagi menjadi masalah nasional, namun sudah menjadi masalah regional. Karenanya, perlu aksi bersama tanpa harus melakukan intervensi pada negara masing-masing. Komisaris Jenderal Polisi Togar Sianipar, anggota delegasi Indonesia, sempat melakukan presentasi penanggulangan Narkoba di Indonesia. Pertemuan di Yogya ini sekaligus merupakan mandat Sidang Umum AIPO ke-23 di Hanoi, Vietnam, tahun lalu. Sidang itu merekomendasikan pembahasan tentang kemiskinan dan penanggulangan Narkoba untuk dibicarakan dalam pertemuan di Yogya. "Hasil rekomendasi pertemuan di Yogya mengenai kemiskinan dan penanggulangan Narkoba ini akan dibawa pada Sidang Umum AIPO di Jakarta, 7-12 September 2003," jelas Akbar Tandjung kepada pers, seusai acara pembukaan.
Pembahasan mengani kemiskinan dan Narkoba dilakukan secara terpisah. Masing-masing pembahasan dilakukan secara tertutup selama dua hari, 13 dan 14 Maret 2003. Hasil pembahasan kedua materi itu nantinya akan dibawa ke Sidang Umum AIPO di Jakarta, September mendatang. Tanggal 15 Maret seluruh delegasi akan berkunjung ke sentra kerajinan seperti Kotagede dan Kasongan, serta ke tempat wisata Candi Borobudur di Magelang.
Heru CN --- TNR
|