Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Direktorat Bea dan Cukai Luncurkan Sistem Impor Online
12 Maret 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktorat Bea dan Cukai meluncurkan sistem pembayaran bea masuk dan pajak impor dengan cara online melalui 45 bank devisa. Direktur Bea dan Cukai Eddy Abdurrachman menandatangani kerjasama itu dengan direktur ke-45 bank devisa itu disaksikan Menteri Keuangan Boedino di Jakarta, Rabu (12/3).
Menurut Eddy dengan sistem online seperti ini setiap importir akan dengan mudah membayar bea masuk tanpa harus antri di kantor bea dan cukai. Ia menjelaskan kantor bea dan cukai tertentu akan langsung menerima laporan pembayaran itu dari suatu bank devisa (bank yang menerima penerimaan pajak dan bea untuk impor) setelah terjadi pembayaran dari importir melalui sistem elektronik. "Lebih praktis, hemat, dan cepat," kata Eddy.

Selain itu, kata Eddy, sistem pembayaran online ini bisa mencegah pemalsuan bukti pembayaran bea masuk dan pajak impor seperti yang terjadi sekarang. Menurutnya, dengan sistem manual, yakni proses di lakukan langsung di kantornya dengan menyetor bukti pembayaran dari bank, pihaknya telah beberapa kali mengungkap pemalsuan bukti pembayaran itu. Tapi Eddy mengaku lupa berapa kasus pemalsuan yang sudah ditanganinya.

Dengan sistem online itu juga, kata Eddy, pihaknya akan langsung menyetujui penyaluran suatu barang ke dalam negeri setelah mendapat bukti pembayaran dari bank devisa persepsi. Selama ini para importir itu seringkali antri di kantor bea dan cukai untuk mendapat persetujuan penyaluran barang setelah membayar di bank.

Salah seorang Direktur Bank Mandiri Sasmita menyambut baik pembayaran online ini. Menurutnya, dengan sistem online ini pihak bank akan semakin tertantang untuk lebih mengembangkan volume bisnisnya ke para nasabah (importir). Selain itu sistem online juga akan lebih mempercepat dokumentasi pembayaran bea masuk di setiap bank devisa persepsi. Ketua Kamar Dagang dan Industri Sofyan Wanandi menambahkan dengan sistem ini para pengusaha impor menjadi untung karena, "Tak mengeluarkan biaya tambahan untuk memperoleh izin penyaluran."

Biaya untuk proyek ini, kata Eddy, diperoleh dari APBN tahun 2002 sebesar Rp 120 miliar untuk pengembangan proyek otomatisasi kepabeanan. Ia yakin sistem online ini bisa memaksimalkan kecepatan penyaluran barang. Sehingga, katanya, penerimaan negara pun lebih terjamin.

Selain Bank Mandiri, bank devisa persepsi lainnya antara lain Bank ABN Amro, Bangkok Bank Public Company, Bank of America, Citibank Indonesia, Deutsche Bank, Bank Panin, Bank Bukopin, Bank Central Asia. Eddy mengungkapkan seluruh bank devisa persepsi wajib menjalankan sistem pembayaran online ini yang efektif mulai 1 April 2003.

Bagja Hidayat --- TNR

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data