|
Ekbis
Australia Kucurkan 21,7 Miliar Rupiah untuk Bantu Perdagangan Indonesia
11 Maret 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta:Forum Menteri-Menteri Indonesia-Australia VI di Jakarta, Selasa (11/3), menyepakati bantuan pemerintah Australia sebesar A$ 4 juta atau setara Rp 21,7 miliar. Bantuan ini untuk mendukung Indonesia menghadapi pasar bebas yang akan berlangsung selama empat tahun. Bantuan ini merupakan bagian dari paket bantuan Australia sebesar Rp 149,9 miliar dalam bidang perdagangan.
Dari bantuan itu, sebesar Rp 15,2 miliar dikhususkan untuk proyek pelatihan yang meliputi pengembangan usaha kecil dan menengah, hak kekayaan intelektual, dan pemasaran produk, dan pengembangan wilayah Timur Indonesia. Untuk itu Australia mendukung persatuan Indonesia, tapi mengusulkan otonomi khusus bagi Papua dan Aceh yang berniat merdeka dari Indonesia. Selain itu bantuan ini juga diperuntukan bagia pengembangan budaya Indonesia, karantina, dan standa kapasitas.
Menurut Menteri Koordinator Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro-Jakti bantuan itu merupakan satu di antara 10 kesepakatan kerjasama antara kedua negara. Sembilan bentuk kerjasama lainnya antara lain lingkungan hidup, kesehatan, pariwisata, pertanian, teknologi, kelautan, hukum, dan energi.
Ia mengungkapkan total perdagangan kedua negara tahun lalu mencapai tingkat tertinggi sebesar A$ 7,4 miliar, dengan nilai ekspor Indonesia ke Australia sebesar A$ 4,2 miliar atau setara Rp 22,8 tirliun. Peningkatan itu menjadikan Indonesia tujuan ekspor terbesar ke-10 bagi ekspor Australia, dan ke-12 bagi Indonesia.
Sedangkan Menteri Perdagangan Australia Mark Vaile mengungkapkan pihaknya memberikan bantuan jangka panjang sebesar A$ 54,6 juta atau Rp 296, 5 miliar kepada Indonesia. Pinjaman ini, kata Vaile, untuk membantu Indonesia berlaga dalam pasar bebas internasional.
Austarlia bantu A$ 4 juta tahun ini untuk membantu indonesia agar mampu berbicara dalam pedagangan internasional. demikian dikayakan menteri perdagangan ausi mark vailley di jakarta. "Bantuan inim eruoakan bagian dari paket bantuan yang diberikan bagi operdagangan indonesia sebesar A$ 27,6 juta," katanya.
Menurut Dorodjatun, forum ini merupakan kali keenam diselenggarakan dan ke-4 yang membicarakan pengembangan area kedua negara. "Untuk kabinet Gotong Royong ini yang pertama," katanya. Forum ini sempat macet selama dua tahun. Pertemuan selanjutnya akan diselenggarakan pada akhir 2004 di Australia. Dalam pertemuan itu dibentuk 10 kelompok sesuai bidang dengan masing-masing menteri kedua negara yang terkait bidang yang akan bekerjasama.
Bagja Hidayat --- TNR
|