Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Pemerintah Copot Empat Direksi PLN
10 Maret 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah rupanya tak puas dengan kinerja Direksi Perusahaan Listrik Negara (PLN). Untuk mendongkrak kinerja PLN, Pemerintah mengganti empat dari enam direksi PLN: Hardiv Harris Situmeang (Direktur Perencanaan), Bambang Herwiyanto Priyadi (Direktur Operasi), Azwani Sjech Umar (Direktur SDM dan Organisasi) dan Tunggono (Direktur Pemasaran dan Distribusi).
Selanjutnya, Pemerintah memasukan nama-nama dan jabatan yang baru: Direktur Pembangkitan dan Energi Primer Ali Herman (Direktur Pembangkitan dan Energi Primer), Herman Darnel (Direktur Transmisi dan Distribusi), Anwar Aritonang (Direktur Niaga dan Pelayanan Pelanggan) dan Djuanda Nugraha Ibrahim (Direktur SDM dan Organisasi). Sedangkan posisi Eddie Widiono sebagai Direktur Utama tidak berubah. Demikian pula halnya dengan Direktur Keuangan yang masih dipegang oleh Parno Isworo.

“Pergantian ini untuk penyegaran direksi,” kata Deputi Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Bidang Pertambangan, Industri Strategis dan Telekomunikasi Roes Aryawijaya usai pelantikan di kantornya, Senin (10/3).

Roes mengatakan, di masa depan tugas PLN akan semakin berat. Oleh karena itu, menurut dia, PLN membutuhkan direksi yang bisa bekerja lebih cepat. “Kami, sebagai pemegang saham melihat, kalau team (direksi) ini masih diteruskan, kelihatannya kecepatannya akan tetap sama,” kata dia.

Menurut Roes, selain alasan penyegaran direksi, pergantian direksi juga dilakukan dalam rangka restrukturisasi korporat dalam tubuh PLN. Untuk itu, kata dia, diperlukan kecepatan dan kelugasan. Karenanya, menurut Roes, jajaran direksi PLN perlu dimodofikasi. Alasan pergantian lain, masih menurut Roes, berkaitan dengan jenjang karir di PLN.

Dia membantah, pergantian ini kaitannya dengan proyek pembangunan PLTGU Muara Tawar, yang konon, memunculkan perbedaan di kalangan direksi PLN. “Pergantian ini tidak kaitannya dengan kinerja direksi lama.,” katanya.

Roes sendiri, saat melantik, membacakan sambutan tertulis dari Menteri BUMN Laksamana Sukardi. Dalam sambutannya, Laksamana mengatakan, pergantian direksi dilakukan agar PLN lebih efisien dan efektif. Namun demikian, Roes menganggap direksi lama PLN sudah bekerja dengan baik.

Dia mengatakan pergantian direksi PLN sudah direncanak sejak 2 tahun lalu. Karenanya, dia menolak bila pergantian ini dianggap mendadak. Dalam proses ini, Kementerian BUMN meminta mendapat 116 nama masukan dari direksi PLN. Setelah dilakukan seleksi, diperoleh 30 nama. Selanjutnya proses terakhir yang dilakukan oleh Dewan Komisaris, diperoleh 18 nama. Dari 18 nama ini yang kemudian disaring oleh Kementerian BUMN.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Eddie Widiono mengatakan, saat ini PLN sedang memasuki tahap “recovery”. Karena itu, PLN membutuhkan pola manajemen yang berbeda. “Harapannya, direksi PLN lebih kokoh dan lebih cepat,” katanya.

Eddie mengatakan, perubahan direksi tidak akan mengubah rencana PLN, semisal pembangunan pembangkit PLTGU Muara Tawar. Masalahnya, pergantian direksi berada pada tataran strategis, beda dengan masalah pembangunan pembangkit yang menjadi masalah operasional.

Dia mengatakan, untuk restrukturisasi di perusahaannya, PLN membutuhkan perubahan dalam jajaran direksi. Diantaranya munculnya Direktur Pembangkitan dan Energi. Bidang ini, menurut Eddie, akan mengurusi permasalahan hulu PLN sampai masalah bahan bakar yang merupakan unsur terpenting dalam efisiensi perusahaan. “Direktur ini berhadapan dengan sisi kompetitif,” katanya.

Direksi baru PLN ini kebanyakan berasal dari kalangan PLN dan anak perusahaan PLN sendiri. Ali Herman Ibrahim yang menduduki Direktur Pembangkitan dan Energi Primer, sebelumnya Direktur Utama PLN Batam. Sementara itu, Direktur Transmisi dan Distribusi Herman Darnel sebelumnya menjabat Direktur Sumber Daya Manusia PT Indonesia Power, salah satu anak perusahaan PLN.

Akan halnya, Direktur Niaga dan Pelayanan Pelanggan Sunggu Anwar Aritonang sebelumnya adalah Ahli Utama Informasi Teknologi dan Ketua Analisa dan Evaluasi PLN. Sedangkan Direktur SDM dan Organisasi Djuanda Nugraha Ibrahim sebelumnya menjabat Vice President Kelompok Kerja Renegosiasi Kontrak Khusus PLN.

Sementara itu, mantan Direktur Pemasaran Tunggono mengatakan, perubahan direksi PLN tidak akan berpengaruh terhadap rencana program sebelumnya. Sayangnya, Tunggono tidak mau berkomentar lebih lanjut terhadap pergantian dirinya. Demikian pula halnya dengan mantan Direktur Perencanaan Hardiv Harris Situmeang lebih memilih diam dan lari meninggalkan wartawan.

Multazam --- TNR

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data