|
Ekbis
Semen Gresik Pertahankan Harga Lama
10 Maret 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta:Meski harga BBM meningkat, PT Semen Gresik Tbk, produsen semen yang terletak di Kabupaten Tuban, menyatakan tak akan meningkatkan harga jual semen. Pasalnya, kenaikan harga semen sangat berpotensi memicu instabilitas kehidupan masyarakat.
"Kami tak akan menaikan harga. Semen ini seperti sembako,” kata Satriyo, Direktur Utama PT Semen Gresik kepada Tempo News Room, Senin (10/3) di lokasi pabrik Semen Gresik di Tuban.
Menurut Satriyo, pihaknya tidak mau berspekulasi menaikkan harga semen karena saat ini harga di pasaran sudah mendekati angka Rp 30 ribu per sak. Dengan harga itu, berdasarkan survey bulanan yang dilakukan PT Semen Gresik terhadap konsumen, masyarakat sudah merasa keberatan.
"Yang merepotkan, setiap kali harga semen direncanakan akan naik, harga besi sudah mendahului naik," kata Satriyo.
Saat ini, omset penjualan semen produksi PT Semen Gresik terbanyak terserap oleh konsumen retail (70 persen) dari seluruh jumlah produksi 17,2 juta ton pada tahun 2002. Total jumlah produksi tersebut termasuk yang dihasilkan dua pabrik semen yang kini 99,9 persen sahamnya dimiliki PT Semen Gresik, yaitu PT Semen Padang dan PT Semen Tonasa.
"Kami telah menyediakan dana Rp 270 miliar untuk meningkatkan kapasitas produksi 3 pabrik di Tuban," kata Satriyo.
Produksi PT Semen Gresik Tbk meliputi dua hal, yaitu semen dan terak (bahan semen setengah jadi). Pada tahun 2001, produksi semen mencapai 6,7 ton (PT Semen Gresik), 4,7 ton (PT Semen Padang) dan 2,7 ton (PT Semen Tonasa). Sedangkan terak mencapai 6,3 ton (PT Semen Gresik), 4,8 ton (PT Semen Padang) dan 2,9 ton (PT Semen Tonasa). Laba bersih yang diperoleh PT Semen Gresik pada tahun 2001 mencapai Rp 317.467 juta.
Dwidjo U. Maksum --- TNR
|