Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Pemerintah Lepas Indocement dengan Block Sale ke Pasar
20 Pebruari 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah akan melepas sisa saham di PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk. lewat pasar modal. Pola pelepasan saham yang dilakukan tidak sekaligus, tapi per bagian-bagian(block sale) . Karena, jika digelontorkan sekaligus maka dikhawatirkan akan menjatuhkan harga saham Indocement di pasar, yang sekarang cenderung membaik.

Tapi pemerintah belum dapat menentukan waktu penawaran saham kedua (secondary offering) Indocement, karena menunggu pembentukan harga saham yang maksimal di pasar. Yang pasti, sesuai dengan program privatisasi pemerintah, pelepasan saham Indocement berstatus carry over 2001 dan harus dilaksanakan tahun 2003.

Hal ini diungkapkan Asisten Deputi Menteri Negara BUMN Bidang Divestasi dan Privatisasi Aloysius K. Ro, kepada wartawan di Jakarta, kemarin. “Kalau kita gelontorin semuanya, bisa jatuh harganya. Makanya kita lepas kecil-kecil, misalnya 500 lot saham,” kata dia.

Menurut Aloysius, saat ini kecenderungan harga semen di pasar mulai menanjak. Ini berdampak pada terkereknya harga saham Indocement di bursa. “Kemarin kan harganya Rp 825 (per lembar saham). Dari Rp 600 ‘kan terus naik hingga sekarang,” jelas dia. Karena itu, lanjutnya, kenaikan ini harus betul-betul dimanfaatkan pemerintah untuk melepas sahamnya di harga yang maksimal. “Kita lihat situasi baiknya,” imbuh dia.

Seperti diketahui, pelepasan sekitar 16 persen saham pemerintah di Indocement termasuk dalam program privatisasi yang harus dilakukan tahun ini, setelah di-carry over tahun 2001. Selain pemerintah, komposisi saham Indocement dipegang oleh Heidelberger Cement AG sebesar 62 persen, dan sisanya dimiliki oleh PT Mekar Perkasa dan publik. Sebagai pemegang saham terbesar, Heidelberger memiliki opsi terlebih dahulu (put option) untuk membeli saham milik pemerintah di perusahaan bekas Grup Salim itu.

Menurut Aloysius, dari 16 persen saham yang hendak dilepas pemerintah, Heidelberger memiliki kewajiban put option sebesar 3,9 persen. Sisanya, lanjut dia, akan dilepas pemerintah ke pasar modal. Sesuai kontrak yang ada saat Heidleberger masuk jadi pengendali saham Indocement pada bulan April 2001, mereka harus membelinya di harga Rp 2400. “Kita memiliki put option menjual kepada Heidelberger dengan harga Rp 2400,” katanya. Batas akhir pelaksanaan put option ini adalah akhir April 2003.

Selain harga itu sudah disepakati dalam kontrak, menurut Aloysius, harga Rp 2400 sudah wajar. Menurut dia, harga jual semen saat ini sedang naik terus dan Indocement semakin lama semakin bagus. Karena, uatang Salim di sana semuanya telah direstrukturisasi. “Dibandingkan perusahaan lain di sektor yang sama, dia (Indocement) lebih perform,” tandasnya. Aloysius juga menilai, di tengah harga semen yang naik, put option saat ini harus dimanfaatkan secara maksimal.

Yura Syahrul

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data