Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Perhutani Raih Laba 250 Miliar Rupiah
18 Pebruari 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Dalam kinerja Perum Perhutani tahun 2002, perusahaan ini sanggup meraih laba sebesar Rp 250 milyar. Namun laba tersebut mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. “Kira-kira turun sedikit," ujar Direktur Perhutani, Marsanto, di Gedung DEpartemen Kehutanan,Selasa (18/2).

Pemasukan Perum Perhutani selama tahun 2002 sebesar 1,9 triliun, sedangkan pengeluaran pada tahun 2002 sebesar 1,65 triliun. Sehingga dari selisih tersebut di dapat selisih laba sebesar Rp 250 milyar sebelum pajak.

Marsoto mengungkapkan bahwa pendapatan Perhutani dari tahun ketahun turun karena disebabkan penjualan produksi kayu terutama jati dan pinus dari tahun ketahun turun terus-menerus. Dirinya memberi contoh pada tahun 1998 dapat menjual 700 ribu batang pohon, sedangkan pada tahun 2002 menurun menjadi 500 ribu pohon.

Untuk mengimbangi turunnya pendapatan Perhutani, menurut Marsoto, Perhutani alkan mengimbangi dengan industri dan ekspor,sehingga diharapkan penurunan pendapatan dari tahun ke tahun tidak terlalu tajam.

Saat ini Perum Perhutani mengelola hutan pruduksi sebanyak 2,6 juta hektar dan hutan lindung sebesar 690 hektar yang tersebar di Jawa Barat,Jawa Tengah dan Jawa Timur. "Sedangkan hutan di Kalimantan Barata dan Kalimtan Timur saat ini sudah bukan tanggung jawab Perhutani Sejak 31 Desember lalu," ujar Marsanto.

Tugas yang diemban Perhutani bukan hanya mengeksploitasi hutan tetapi juga mencakup reoisasi pada hutan-hutan yang rusak. Untuk itu Perum Perhutani menggunakan metode untuk mengajak peran serta masyarakat sekitar hutan dalam mereboisasi dan merehabilitasi. Sistem tersebut disebut dengan istilah Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM).

Sistem PHBM itu memberikan bagi hasil kepada masyarakat yang ikut mengelola hutan. Masyarakat mendapatkan bagian 25% sedangkan Pemerintah daerah 5% dan Perhutani 7%. Pada tahun 2002 PErhutani sudah melakukan reboisasi dan rehabilitasi hutan sebesar 101 ribu hektar dan pada tahun ini ditargetkan sebesar 70 ribu hektar. Tanaman yang ditanam antara lain jati, pinus, mahoni, sengon.

Priandono --- Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data