Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Menteri Kehutanan Curigai Malaysia Terlibat Illegal Logging
17 Pebruari 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Disela-sela Rapat Kerja Departemen Kehutanan dengan Komisi III, Senin (17/2) di Gedung MPR/DPR, Menteri Kehutanan Muhammad Prakoso, mengungkapkan bahwa dirinya mencurigai Malaysia sebagai pelaku illegal Logging (penebang liar). “Saat saya berkunjung ke perbatasan di Kalimatan bersama panglima dan memperindag kita lihat ada alat-alat berat. Kita menduga itu milik orang Malaysia yang melakukan illegal logging,“ ujarnya kepada wartawan.

Menurut Prakoso beberapa waktu lalu pihaknya juga menangkap sembilan warga negara Malaysia yang melakukan penebangan liar di provinsi Papua. Menurutnya masalah illegal logging sudah menjadi masalah yang kronis. “Hal ini (illegal logging) sudah seperti kanker kronis. Untuk menyembuhkannya perlu waktu lama,” tambahnya.

Mengenai operasi untuk memberantas penebangan liar, menurut Prakoso akan diterapkan sistem baru, tidak seperti sebelumnya dengan melakukan operasi-operasi bersama TNI dan Polri. Operasi yang akan dilakukan adalah operasi by name. Menurut menteri kehutanan operasi akan dilakukan berdasarkan nama-nama yang dicurigai.

Saat ini pihak departemen kehutanan sedang melakukan penggodokan terhadap nama-nama yang dicurigai. Prakoso menolak untuk mengungkapkan lebih lanjut nama-nama yang yang diindikasikan melakukan penebangan liar.

Menurut menteri, operasi ini akan dilakukan sampai kepada oknum-oknum yang menjadi beking. “Kita tidak peduli siapa yang jadi beking,” tambah Prakoso termasuk anggota DPR atau oknum pejabat yang menjadi beking penebangan liar. Operasi ini secepatnya akan dilakukan namun menurut Prakoso akan memerlukan waktu yang lama.

Priandono --- TNR

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data