Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

Garuda Indonesia Setujui Piutang kepada Merpati Dibayar Obligasi
06 Pebruari 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Garuda Indonesia menyetujui untuk mengkonversi piutangnya kepada PT Merpati Nusantara menjadi obligasi konversi (Convertible Bonds). Besarnya piutang Garuda, perusahaan yang sahamnya 100 persen dimiliki pemerintah ini, adalah US$ 33,27 juta dan Rp 999 juta.

“Pemegang saham pada prinsipnya sudah menyetujui pokok-pokoknya,” kata Direktur Keuangan PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar di sela-sela rapat konsultasi dengan Komisi Perhubungan dan Telekomunikasi DPR, di gedung MPR/DPR, Jakarta, Kamis (6/2).

Menurut Emirsyah, utang Merpati kepada Garuda merupakan akumulasi dari biaya jasa perawatan pesawat Merpati di Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMF Aero Asia), salah satu anak perusahaan Garuda. Pada mulanya, sempat terjadi perbedaan perhitungan antara dua perusahaan penerbangan milik pemerintah ini. Berdasarkan perhitungan Garuda, besarnya piutang adalah US$ 38 juta. Namun, menurut Merpati, besar utangnya hanya US$ 30 juta. “Ini hanya perbedaan dalam administrasi. Bukan masalah prinsipil,” jelasnya saat ditanya selisih sebesar US$ 8 juta itu.

Perbedaan itu misalnya bersumber dari perbedaan dalam mengartikan surat kontrak perawatan pesawat antara dua perusahaan. Selain itu, selisih ini juga bersumber dari masalah-masalah yang diakibatkan oleh rencana penggabungan dua maskapai ini pada awal tahun 1990-an lalu. “Jadi sumbernya itu banyak sekali. Namun kecil-kecil dan sudah berlangsung lebih sangat lama,” kata Emirsyah.

Namun akhirnya, pada 21 Januari lalu, terjadi kesepakatan antara kedua perusahaan soal utang-piutang tersebut. Disepakati, utang Merpati kepada Garuda sebesar US$ 33,27 juta ditambah Rp 999 juta.

Saat ini, antara Merpati dan Garuda tinggal menentukan batas waktu pengembalian, tingkat suku bunga, dan tingkat pengembalian. “Itu tergantung kondisi Merpati,” katanya.

Pada kesempatan itu juga diungkapkan, tahun 2002 lalu, Garuda berhasil mencatat laba usaha sebesar Rp 417,62 miliiar. Artinya, terjadi kenaikan sebesar 6,92 persen dibandingkan laba tahun 2001 sebesar Rp 390,59 miliar. Meski mencatat laba, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 31 Januari lalu memutuskan perusahaan belum dapat membagikan deviden kepada pemegang saham, karena Garuda masih menanggung akumulasi kerugian tahun-tahun sebelumnya.“Selain itu, Garuda hingga 2010, setiap tahunnya masih harus mencicil utang sebesar US$ 120 juta,” kata Direktur Niaga Bachrul Hakim.

Saat ini, Garuda masih memiliki total utang sekitar US$ 880 juta. Tahun 2001 lalu, Garuda berhasil merestrukturisasi utangnya tersebut dengan para debitur.

Sapto Pradityo --- TNR

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data