Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Dephut akan Lakukan Penataan di Inhutani
05 Pebruari 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Dirjen Bina Produksi Kehutanan Suharianto usai mengikuti rapat kerja dengan Komisi III, mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan penataan PT Inhutani. Hal itu diungkapkannya kepada wartawan di Gedung DPR, Rabu (5/2).

Suharianto menerangkan penataan yang dimaksud adalah penataan wilayah yang saat ini dinilainya porak poranda. Menyangkut dengan tugas PT Perhutani dalam merehabilitasi hutan, dirinya mengungkapkan bahwa penataan wilayah hutan saat ini belum tertata baik. Oleh karena itu akan dilakukan pemetaan kembali, wilayah mana yang harus direhabilitasi dan wilayah hutan mana yang masih bisa diekspoitasi kayunya.

Penataan tersebut, menurut Suharianto, akan dilaksanakan secepatnya dengan harapan akan selesai pada tahun ini juga, sehingga dengan hasil penataan yang baru PT Inhutani dapat melakukan fungsinya dengan tepat. “Saya rasa tahun 2003 ini harus selesai karena akan akan ada LPI (Lembaga Penilai Independen),” ujar Suharianto.

Mengenai kemungkinan PT Inhutani untuk dapat mengelola kembali HPH (Hak Pengusahaan Hutan), Suharianto tidak mau berkomentar banyak. "Tapi jelas dalam undang-undang 41/99 dan dalam peraturan pemerintah dijelaskan siapa saja yang boleh sepeti Badan Usaha Milik Negara, Badan Swasta, Perorangan, kira-kira begitu” ujarnya.

Sebelumnya Menteri Kehutanan M Prakosa mengatakan, BUMN sektor kehutanan sebaiknya tidak usah berbisnis, tapi hanya melakukan kegiatan rehabilitasi atau perbaikan lahan dan perhutanan sosial. Sedangkan kegiatan pengolahan kayu dan izin HPH yang berorientasi profit yang dikelola badan usaha itu diserahkan kepada swasta.(Priandono-Tempo News Room)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data