Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Karyawan Perum Peruri Demo Mosi tak Percaya Direksi
06 Januari 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ratusan karyawan Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia berunjuk rasa di kantor Menteri Negara BUMN, Jl. Dr. Wahidin, Jakarta, Senin (6/1). Mereka menuntut mosi tidak percaya terhadap direksi BUMN tersebut. Pasalnya, direksi tidak juga mau merealisasikan kenaikan gaji pokok sesuai janji mereka Agustus yang lalu, serta tidak pula memperhatikan jaminan pensiun bagi karyawan.
Ratusan pegawai yang menggunakan seragam biru muda dan celana biru tua itu, tiba sekitar pukul 13.00 WIB dengan menggunakan bus HIBA Utama milik perusahaan. Mereka melakukan orasi di depan kantor Menneg BUMN dengan menggelar spanduk putih sepanjang kurang lebih dua meter bertuliskan mosi tidak percaya terhadap direksi. Selain itu, mereka juga mengusung spanduk-spanduk bertuliskan ”Ganti direksi yang lebih profesional", "Perhatian direksi kepada pensiunan tidak ada", "Jangan pecah belah kami", dan "Segera masukkan tenaga harian”.

Menurut pimpinan aksi, Ketua Umum Serikat Pekerja Perum Peruri M. Munif, sebenarnya karyawan telah menuntut hal yang sama sekitar 12-13 Agustus yang lalu. Saat itu mereka meminta gaji pokok dinaikkan. Namun karena janji direksi tidak juga terwujud, organisasi karyawan menjadi tidak harmonis. Sehingga mereka menuntut mosi tidak percaya terhadap jajaran direksi.

Di samping itu, Perum Peruri sendiri juga tidak pernah memperhatikan uang pensiun karyawannya. “Direksi beralasan karena keuangan memang tidak ada,” kata dia.

Saat berita ini dilaporkan, enam orang perwakilan serikat pekerja diterima oleh Asisten Deputi bidang Kehutanan, Kertas, Percetakan, dan Penerbitan Kementrian BUMN Kondar Sinaga. Para karyawan yang ditemui wartawan mengatakan mereka sebenarnya meminta kenaikan gaji pokok hingga 100 persen. Namun mereka enggan menyebut besar gaji yang mereka terima selama ini.

Meskipun berunjuk rasa, namun kegiatan cetak mencetak uang masih terus berjalan. “Tetapi hanya sebagian yang masih bekerja,” kata salah seorang karyawan. (Dara Meutia Uning-Tempo News Room)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data