Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Demo Anti Kenaikan BBM di Makassar Berakhir Bentrok
04 Januari 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Gelombang penolakan terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak, tarif dasar listrik dan telepon masih berlangsung. Sekitar 100 orang mahasiswa Universitas 45 Makassar, Sulawesi Selatan terlibat bentrok dengan aparat kepolisian, saat menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BMM. Dalam bentrokan itu, Pembantu Rektor I Universitas 45, Palipada Palisuri, terkena lemparan batu di bagian kepala hingga bocor.

Dalam aksinya, para mahasiswa membakar ban-ban bekas dan berorasi di tengah ruas jalan. Bahkan, sebuah mobil tangki pengangkut solar yang kebetulan melintas, ikut disandera pengunjuk rasa, kemudian dilintangkan di badan jalan. Akibatnya, Jalan Urip Sumoharjo, di depan Kampus Universitas 45, mengalami macet total.

Bentrokan terjadi saat aparat kepolisian dari Patroli Bermotor Polwiltabes Makassar, meminta mahasiswa melepaskan mobil tangki pengangkut solar yang disanderanya. Namun, permintaan polisi itu tak digubris. Akhirnya, polisi melepaskan mobil tersebut secara paksa. Tindakan itu justeru memicu emosi mahasiswa. Mereka melampiaskan kemarahannya dengan menghadang kendaraan-kendaraan yang lewat.

Di Jakarta, gabungan serikat buruh dan pengusaha juga menolak kenaikan harga BBM. Mereka menuntut pemerintah mencabut kebijakan itu. “Kami minta pemerintah segera merespon ini, kalau tidak tanggal 9 Januari nanti, buruh-pengusaha akan mogok nasional,” kata koordinatornya yang juga anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Ageng Rekso Herman kepada Tempo News Room melalui telepon.

Disamping waktu yang tidak tepat, tambahnya, kenaikan itu dilakukan tanpa sosialisasi kepada masyarakat terlebih dahulu. “Yang celaka ini kan buruh dan rakyat kecil lainnya. Pendapatan tidak naik, tapi harga-harga naik semua,” tegas anggota Komisi Ketenagakerjaan DPR ini.

Mereka yang mengancam mogok nasional itu antara lain dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI), Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI), Komite Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO).

Di Mataram, setidaknya 100 orang aktivis mahasiswa, LSM dan warga masyarakat yang tergabung Front Masyarakat Anti Pencabutan Subsidi untuk Umum (FMAPSU) melakukan demo di jalanan utama Langko, Sabtu (4/1) siang. Berjalan kaki sejauh dua kilometer dari utara pintu kampus Universitas Mataram, mereka mengawali aksinya dengan penurunan bendera Merah Putih menjadi setengah tiang di Kantor Daerah Telkom Mataram di Jalan Pendidikan.

Sementara itu, harga minyak tanah di Kabupaten Purwakarta, Subang dan Karawang, Jawa Barat mengalami kenaikan sangat tinggi yakni Rp. 1200 per liter. Padahal, sesuai kenaikan harga BBM yang ditetapkan pemerintah 2 Januari 2003, harga eceran minyak tanah hanya Rp. 700 per liter atau naik 17 persen dari harga sebelumnya. Selain itu, pasokan minyak tanah pun seret.

Meski banyak yang menyesalkan keputusan kenaikan harga ini, menurut Ketua MPR Amien Rais hal itu tidak serta merta bisa menjatuhkan Pemerintahan Megawati. Ia menegaskan akan membela Megawati meskipun dinilai keliru dalam memutuskan kenaikan BBM, TDL dan telepon. “Saya akan pasang badan untuk tidak akan ada Sidang Istimewa karena pemerintahan Mega tinggal satu setengah tahun lagi atau sekitar 18 bulan,” kata Amien.

Namun, diakuinya bahwa keputusan pemerintah menaikkan harga tersebut memang bukan keputusan yang tepat mengingat saat ini kemiskinan makin marak. Menurut dia, yang paling tepat dilakukan pemerintah adalah mengejar konglomerat yang punya utang ratusan triliun. “Kalau hutang-hutang itu dibayar, tidak akan seperti ini,” ulasnya. (muannas/supriyantho/nanang/arif a/pradityo)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data