Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

Harga Sayur Mayur dan Bahan Pokok di Pasar Tradisional Mulai Naik
03 Januari 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Harga bahan pokok dan sayur mayur di pasar tradisional mulai naik, menyusul kenaikan harga bahan bakan minyak (BBM) per 2 Januari ini. Kenaikan harga, bahkan mencapai 50 persen.
Nyonya Ratemi, pedagang di Pasar Genjing Jakarta Timur, kepada Tempo News Room, Kamis (2/1), mengatakan harga sayur mayur mulai naik sejak pagi tadi. Bawang merah misalnya naik dari Rp 6000 per kilo menjadi Rp 12.000 per kilo. Tomat naik dari Rp 4000 menjadi Rp 6000 per kilonya. Demikian juga dengan kentang, naik dari Rp 3500 menjadi Rp 5000 perkilogram.

Selain itu, cabe merah juga mengalami kenaikan harga, dari Rp 15 ribu menjadi Rp 18 ribu perkilogram. Sedangkan cabe merah keriting juga naik dari Rp 15 ribu menjadi Rp 20 ribu per kilogram. Tetapi, kata Ny. Ratemi, kenaikan harga cabe merah kali ini tidak sebesar saat lebaran dan natal kemarin. Saat itu harga cabe merah melonjak hingga Rp 40 ribu per kilogram.

Harga kol juga mengalami kenaikan dari Rp 2000 menjadi Rp 2500 perkilogram. Demikian pula dengan wortel naik dari Rp 2000 menjadi Rp 3000 per kilogram. Harga daun bawang naik dari Rp 4000 menjadi Rp 7000 per kilo.

Lain halnya dengan harga bahan pokok di pasar tradisional Pramuka Jakarta Timur. Menurut Yasin, harga barang di tokonya hari ini belum dinaikkan, meski pemerintah telah mengumumkan kenaikan harga BBM. Karena barang-barang yang dijualnya sekarang dibeli jauh sebelum adanya kenaikan BBM. Ia mencontohkan, gula pasir masih dijual dengan harga Rp 4000 per kilo. Demikian pula telur Rp 8000 per kilo. Kenaikan harga di toko Yasin terjadi pada minyak goreng, dari Rp 4800 menjadi 5500 per kilo.

Kendati belum menaikkan harga jual, Yasin yakin harga barang pasti akan naik. Ia mengaku telah mendapat informasi dari rekan-rekannya yang sudah membeli barang-barang dagangan.

Retno Sulistyowati --- Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data