Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

Rata-rata Harga Gabah Berada di Atas Patokan Harga Pemerintah
03 Januari 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Rata-rata harga gabah di tingkat petani pada bulan Desember berada di atas harga pembelian yang ditetapkan pemerintah (HPP). Harga gabah dari hasil pemantauan di 12 provinsi berada pada kisaran Rp 950 hingga tertinggi Rp 1700. Harga tertinggi gabah di tingkat petani ditemui di Provinsi Kalimantan Selatan untuk gabah kering simpan jenis Siam, Rp 1700.
“Harga gabah terendah dijumpai di Provinsi Jambi untuk gabah kering panen jenis IR 64,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Soedarti Surbakti kepada wartawan di Jakarta, Kamis (2/1).

Secara keseluruhan, kata Soedarti, harga rata-rata gabah kering panen di tingkat petani pada bulan Desember kemarin adalah Rp 1256,97. Harga ini berada cukup jauh di atas harga pembelian pemerintah sebesar Rp 1095. Demikian halnya untuk jenis gabah kering simpan. Rata-rata harga gabah jenis itu di tingkat petani sebesar Rp 1437,31, jauh lebih tinggi dibanding patokan pemerintah Rp 1285. “Rata-rata harga gabah kering giling di tingkat petani adalah Rp 1555,56, lebih tinggi dibanding harga patokan Rp 1519,” jelasnya.

Harga rata-rata gabah di tingkat petani untuk gabah kering giling itu naik sebesar 0,08 persen dibanding bulan November. Kenaikan juga terjadi pada gabah kering simpan sebesar 0,74 persen. “Tapi untuk gabah kering panen turun 1,06 persen,” katanya.

Menurut Soedarti, sepanjang tahun 2002 lalu, harga rata-rata semua jenis gabah selalu berada di atas harga patokan pembelian pemerintah. Kecuali untuk gabah kering giling pada bulan Maret.

Dari pantauan selama 2002 juga dapat disimpulkan, persentase harga jatuh (harga di bawah harga patokan pemerintah) di Pulau Jawa jauh lebih tinggi dibanding pulau lainnya. Pada waktu-waktu tertentu, kejatuhan harga gabah juga terjadi di Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Timur. Perbaikan harga jatuh ini di provinsi Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur cenderung lebih lama dibanding daerah lain.

Sapto Pradityo --- Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data