|
Ekonomi dan Bisnis
Buntut Divestasi Indosat, Kuwait Pertanyakan Soal Investasi di Indonesia
30 Desember 2002
TEMPO Interaktif, Jakarta:Para investor dari Kuwait mempertanyakan kejelasan investasi di Indonesia terkait dengan kesimpangsiuran program privatisasi PT. Indosat. Hal itu disampaikan usaha kedutaan besar Kuwait Ali Al Dafiri saat menemui Wakil Presiden Hamzah Haz, Senin (30/12) di Istana Wapres Merdeka Selatan, Jakarta.
“Penjualan Indosat sudah sesuai dengan jalur hukum yang berlaku di Indonesia dan sudah mendapat persetujuan dari DPR sendiri,” ujar Wapres seperti yang dikutip Al Dafiri. Penjelasan itu, lanjut dia, dipandang perlu sebagai upaya meningkatkan hubungan kedua negara terutama di bidang ekonomi. Sebab, sejauh ini, bagi mereka informasi yang disampaikan media di Indonesia kurang memaparkan secara detail mengenai hal tersebut. Padahal, dalam program privatisasi itu, Kuwait dan negara-negara teluk lainnya ingin mengambil peranan lebih besar.
Kuwait sendiri dalam kesempatan itu juga menyampaikan akan terus menanamkan investasinya di Indonesia karena percaya dan yakin akan potensi ekonominya. Hanya saja, seperti halnya setiap investor Kuwait juga meminta adanya jaminan. Namun, dia tidak merinci lebih lanjut jaminan yang dimaksud. Nilai investasi Kuwait sendiri hingga kini mencapai US$ 1,25 miliar di bidang perminyakan.
(Dede Ariwibowo --- Tempo News Room)
|