Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

JICA Bantu Pembuatan Peta Kependudukan Yang Terperinci
20 Desember 2002

TEMPO Interaktif, Jakarta:Indonesia saat ini tidak memiliki peta kependudukan yang lebih terperinci. Hal ini dikatakan oleh Ketua Badan Pusat Statistik Indonesia, Soedarti Surbakti kepada wartawan usai membuka acara Seminar dengan tema Development And Utilization of Small Area Statistic, kerjasama dengan JICA dan Sinfonica, di Jakarta, Jumat (20/12).
Soedarti mengatakan saat ini Indonesia hanya memiliki peta dasar yang disusun berdasarkan sketsa sampai tingkat kabupaten. Peta yang ada saat ini belum sampai menyentuh area terkecil atau belum sampai dasarnya. "Peta dasar yang sekarang tidak mengikuti kemajuan seperti yang dilakukan Jepang, masih banyak yang belum lengkap," kata dia.

Untuk itu, kata Soedarti, Indonesia saat ini mendapat bantuan dari Jepang berupa technical assistant. Menurut Soedarti bantuan seperti mesin pemindai ataupun suku cadang bagi alat-alat tersebut sangat berarti. Karena, katanya, data yang dikumpulkan pada saat sensus belum dapat terolah dengan sempurna. "Untuk tahun ke depan kita sudah siap membuat peta kependudukan yang lebih terperinci, data sensus seluruh penduduk Indonesia sudak selesai dikumpulkan," ujar dia.

Dalam kesempatan yang sama Akihiki Ito, Direktur Japan Statistical Association, mengatakan bahwa Indonesia saat ini tidak mempunyai peta dengan skala yang lebih detail. Aturannya, kata dia, untuk daerah berpenduduk padat harus menggunakan peta dengan skala ukuran 1 : 2.500. Sedangkan Indonesia saat ini hanya menyediakan peta dengan ukuran skala 1 : 50.000.

Menurut Akihiki, sebetulnya kualitas peta BPS cukup baik dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya. BPS sudah melakukan sensus 10 tahunan yang menyebabkan perubahan data nasional setiap 10 tahun sekali. Diharapkan dengan bantuan dari JICA ini data hasil sensus secepat mungkin dapat diolah dan segera diedarkan.

Sedangkan Michio Kanda, Perwakilan JICA untuk Indonesia, membenarkan bahwa mereka memberikan bantuan berupa technical assisstant kepada Indonesia. Michio berharap bantuan ini dapat menjadi tahap awal bagi bantuan berikutnya. Tetapi, baik Soedarti maupun Michio enggan menyebutkan berapa jumlah bantuan tersebut.

Michio hnya mengatakan bahwa target pemmberian pelatihan cara membuat peta yang lebih terperinci adalah agar masyarakat tahu betapa pentingnya sebuah data statistik. Dahulu, pengolahan data usai sensus akan memakan waktu lama. Akan tetapi saat sensus 2000 ini pengolahan data berlangsung lebih singkat dengan metode yang baru.

(Dewi Retno --- Tempo News Room)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data