Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Tiga Hari Buruh Mogok, Gudang Garam Rugi Rp 243 Miliar
01 Juni 2002

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Gudang Garam Tbk di Kediri, Jawa Timur, menderita kerugian sedikitnya Rp 243 miliar akibat unjuk rasa dan pemogokan buruh selama tiga hari ini. Aksi yang melanda pabrik rokok terbesar di Indonesia itu belum juga berakhir. Para pekerja bersikeras menuntut kenaikan upah dua kali lipat.
"Kerugian itu dihitung dari jumlah pengiriman rokok tiap hari," ujar seorang staf Bagian Ekspedisi PT Gudang Garam pada Tempo News Room kemarin. Tiap hari Gudang Garam mengerahkan 100 truk untuk mengirim rokok ke kota-kota di Indonesia. Tiap truk mengangkut 1.800 ball rokok dengan nilai Rp 900 juta. Dengan pemogokan itu, termasuk awak ekspedisi, distrubusi rokok menyusut 90 persen. Tiap hari hanya 10 truk yang bergerak.

Kerugian itu ditaksir terus naik karena unjuk rasa buruh belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Kemarin sekitar 3.000 pekerja Sigaret Kretek Mesin (SKM) berbondong-bondong mendatangai Kantor Direksi PT Gudang Garam. Tapi, tak satu pun pejabat perusahaan muncul. Pengunjuk rasa menduduki kantor direksi sembari memukuli tong sampah, potongan seng serta pipa-pipa besi. "Tuntutan kami tidak terlalu berat, mengingat Gudang Garam termasuk perusahaan terkaya di Indonesia,” kata Wanto, salah seorang buruh.

Gudang Garam terus mencatatkan diri sebagai pembayar cukai terbesar bila dibanding pabrik rokok lain. Tiap tahun sekitar Rp 7 triliun mengalir dari Kediri. Pemogokan besar ini tercatat kedua kali. Pada tahun 2000 lalu, aksi serupa terjadi dan pabrik mengentikan aktivitasnya. Pemicunya sama, dari aksi pemogokan di kalangan sopir dan kernet truk lalu merembet ke unit-unit kerja lain. (Dwijo Utomo Maksum)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data