Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

OPEC Umumkan Pemotongan Produksi Minyak
29 Desember 2001

TEMPO Interaktif, Jakarta:Para menteri bidang perminyakan dari negera-negara anggota Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) sepakat memangkas jumlah produksi minyak hingga enam persen mulai 1 Januari 2002. Pemotongan akan dilakukan setidaknya selama enam bulan produkksi. Hal tersebut diumumkan dalam sebuah konferensi pers dari pertemuan mendadak negara-negara OPEC yang berlangsung di Kairo, Mesir, Sabtu (28/12).

Keputusan OPEC tersebut diambil meskipun para negara penghasil minyak non OPEC seperti Rusia dan Norwegia memangkas jumlah produksinya lebih kecil daripada yang diharapkan. OPEC yang telah mengurangi produksi hingga 3,5 juta barel per hari pada tahun 2001 ini, melalui para menteri yang mengadakan pertemuan, menyatakan merasa sulit melakukan hal tersebut. Pasalnya, negara-negara non OPEC melakukan meningkatkan jumlah produksi.

Isu pemotongan produksi tersebut sebenarnya telah mencuat sejak awal musim gugur seiring dengan lemahnya aktivitas ekonomi dunia karena ketidakpastian yang timbul akibat penyerangan 11 September ke WTC. Hal tersebut berimbas pada harga minyak yang turun hingga 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sebelum pengumuman resmi OPEC, pasar minyak telah memberi tanggapan beragam ketika bulan lalu OPEC menyatakan secara tidak resmi persetujuannya untuk memotong jumlah produksi di tahun depan sebagai upaya mendongkrak kembali harga minyak. Sehari sebelum pengumuman ini disampaikan, harga rata-rata minyak mentah OPEC mencapai titik terendahnya yakni US$ 18.68 per barel.

Penasehat bidang perminyakan Presiden Nigeria, Rilwanu Lukman menyatakan pemotongan produksi sudah cukup untuk mengangkat kembali harga minyak hingga level US$ 22 per barelnya, target minimum harga minyak OPEC. Namun demikian, beberapa negara anggota OPEC mempertanyakan apakah pemberlakuan pemotongan produksi pada negara-negara OPEC dan non OPEC akan efisien untuk menaikkan harga minyak antara US$ 22 hingga US$ 28.

"Kami berharap harga akan kembali stabil pada batas-baas yang reasonable, sekitar US$ 20 dan US$ 25 per barel. Ini yang kita harapkan," ujar Menteri Perminyakan Saudi Arabia Al Naimi setelah pertemuan berakhir.

Akan tetapi, Al Naimi menambahkan, tidak ada kepastian akan adanya stabilitas harga karena hal tersebut tergantung pada mekanisme pasar. Saudi Arabia saat ini masih tetap menjadi anggota OPEC yang memberikan kontribusi minyak terbesar dan paling berpengaruh pada organisasi tersebut.

Sementara itu, produsen minyak non OPEC berjanji untuk mengurangi 462.500 barel perhari, 37.500 barel lebih tinggi dari permintaan OPEC. Diantara negara non OPEV, Norwegia dan Rusia berjanji untuk memangkas produksinya masing-masing sebesar 150.000 barel, Mexico 100.000 barel, Oman 40.000 barel dan Angola 22.500 barel per hari. OPEC sendiri menargetkan produksinya untuk tahun 2002 sebesar 23,2 juta barel.
(ABCNews/Sri Wahyuni)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Dirjen: Kenaikan Harga Minyak Belum Tentu Berpengaruh
Menteri: Harga Minyak Akan Terus Naik
Mulai November OPEC Kurangi Produksi
OPEC Umumkan Pemotongan Produksi Minyak
Indonesia Akan Menghadiri Sidang Darurat OPEC

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data