|
Ekonomi-Bisnis
Indonesia Akan Menghadiri Sidang Darurat OPEC
24 Desember 2001
TEMPO Interaktif, Jakarta:Indonesia akan hadir pada sidang darurat OPEC di Kairo pada 28 Desember mendatang. Materi pembicaraan pada sidang darurat tersebut adalah untuk memastikan apakah negara-negara anggota OPEC akan tetap memangkas produksi minyak 1,5 juta barel per hari jika OPEC memotong 500 ribu barel per hari. Hal itu ditegaskan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusbiantoro kepada wartawan usai menghadap Presiden Megawati Sukarnoputri di Istana Negara, Jakarta, Senin (24/12).
Menurut Purnomo, Indonesia ingin melihat adanya alternatif. Pertama, apakah OPEC tetap pada keputusannya yang lalu, yaitu para anggota tetap akan memotong 1,5 juta barel per hari. Alternatif kedua, apakah akan ada penundaan pemotongan karena ternyata negara-negara produsen minyak di luar OPEC tidak memenuhi target untuk memotong 500 ribu barel per hari. Sedangkan alternatif ketiga melaksanakan pemotongan secara proporsional.
Purnomo menuturkan bahwa menurut catatannya negara-negara non OPEC baru bersedia mengurangi produksi minyaknya sebesar 477.500 barel per hari. Negara-negara non OPEC yang dimaksud adalah Rusia (sekitar 150 ribu barel per hari) Norwegia (150 ribu barel per hari) Mexico (100 ribu barel per hari), Oman (40 ribu barel per hari ) dan Anggola (22 ribu barel per hari). Jumlah total pengurangan produksi minyak akan mencapai sekitar 447.500 barel per harinya.
Purnomo menegaskan bahwa Indonesia berharap OPEC menghasilkan suatu keputusan dalam sidang darurat tersebut. Ketiga alternatif yang telah disebutkan tidak bisa diputuskan oleh satu anggota saja, jadi memang harus dibicarakan melalui pertemuan darurat. Selain itu sidang darurat OPEC itu bersamaan pula waktunya dengan sidang OAPEC yaitu organisasi negara-negara penghasil minyak di Timur Tengah. “Pertemuan tersebut harus mengambil keputusan, kalau tidak akan memberi sinyal yang jelek pada pasar,” tegas Purnomo. Ia optimistis pertemuan tersebut bisa menghasilkan suatu keputusan yang dapat memberikan sinyal yang cukup baik kepada pasar. (Dara Meutia Uning-Tempo News Room)
|