Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi-Bisnis

Peningkatan Subsidi BBM Tak Sesuai APBN 2001
07 Desember 2001

TEMPO Interaktif, Jakarta:Peningkatan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan pengingkaran terhadap paket rumusan APBN 2001. “Kita ingat jumlah peningkatan subsidi BBM akan menimbulkan konsekuensi anggaran yang signifikan,” ujar Wasma Prayitno dalam Rapat Paripurna Panitia Anggaran DPR RI dengan pemerintah mengenai RUU APBN 2001 di Gedung DPR RI Senayan Jakarta, Jumat (7/12).

Seperti diketahui, diantara kebijakan paket penyusunan APBN 2001 telah disepakati adanya pengurangan BBM yang belum mendapat subsidi, dari 55,5 juta kilo liter menjadi 52,02 juta kilo liter. Pada rumusan perubahan APBN 2001 dilaporkan bahwa Pertamina telah menyalurkan 56,5 juta kilo liter BBM yang beban subsidinya belum dimasukkan dalam APBN.

“Hal ini disampingkan menghilangkan seluruh alasan yang mengurangi jumlah BBM yang disubsidi, juga menimbulkan kerancuan anggaran karena menyusul ditetapkannya subsidi BBM,” ungkap Wasman Prayitno. Oleh sebab itu, DPR berpendapat, Pertamina perlu segera meninjau kembali volume BBM yang perlu mendapat subsidi agar kembali ke volume yang disepakati dalam rumusan APBN 2001.

“Langkah di atas dilakukan namun hasilnya kurang sesuai harapan maka perlu dilakukan audit menyeluruh terhadap kinerja produksi BBM bersubsidi Pertamina,” tegasnya. Untuk memperkecil defisit anggaran sebagai akibat meningkatnya volume kebutuhan BBM, Panitia Angggaran DPR menyarankan agar Pertamina melengkapi data yang akurat tentang kebutuhan riil BBM.

Terutama kebutuhan di dalam negeri disamping juga meningkatkan pengawasan terpadu oleh aparat keamanan baik di darat maupun di laut pada lokasi-lokasi lintasan penyelundupan. DPR juga menyatakan bahwa realisasi pengeluaran pembangunan yang diperkirakan mencapai 86,6 persen dari pagu yang ditetapkan dalam APBN Penyesuaian dianggap terlalu rendah. (Ebnu Yufriadi-Tempo News Room)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Dana Kompensasi BBM Rp 109 miliar untuk Pendidikan Luar Sekolah
BBM Tetap Naik Januari Mendatang
Wapres Mendadak Temui Presiden di Istana
Kenaikan Tarif di Awal Tahun Akan Menekan Inflasi
Pemerintah Akan Tetap Naikkan Harga BBM Januari 2002

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data