|
Ekonomi-Bisnis
Impor Beras Tahun ini Turun
06 Desember 2001
TEMPO Interaktif, Jakarta:Impor beras tahun ini mengalami penurunan yang sangat jauh dibandingkan tahun lalu. “Tahun lalu impor beras mencapai 1,5 juta ton. Sedangkan untuk tahun ini hingga bulan Desember 2001 impor beras masih kurang dari 1 juta ton,” kata Menteri Pertanian Bungaran Saragih kepada wartawan saat dijumpai sebelum Sidang Kabinet di Gedung Utama Sekretariat Negara Jakarta, Kamis (6/12) pagi.
Menurut Saragih, penurunan tersebut menunjukkan kemampuan dalam negeri sudah mulai meningkat. “Kemampuan produksi dan produktivitas kita sudah kelihatan hasilnya,” imbuhnya. Selain itu, impor beras juga terhambat oleh nilai tukar rupiah saat ini yang mencapai sekitar Rp 10.000 per dolar. “Nilai tukar rupiah itu merupakan hambatan impor yang paling berat,” kata dia. Selain itu, Mentan menambahkan, tarif bea masuk sebesar 33 persen juga cukup menghambat arus impor beras dalam negeri.
Disinggung mengenai permintaan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) agar pemerintah menghambat impor beras yang masuk, Mentan menegaskan, hal tersebut bukan masalah. Yang terpenting sebuah kebijakan harus dapat membantu petani dan tidak melupakan kebutuhan konsumen. Yang perlu diwaspadai, jangan sampai kebijakan yang dibuat menstimulasi munculnya praktek-praktek penyelundupan.
Saat disinggung mengenai Inpres beras yang belum juga diterbitkan, Mentan menyatakan bahwa hal tersebut masih terus dibahas. Ditanya apakah pemerintah bingung menetapkan harga beras, Mentan menukas, “Oh, kami tidak pernah bingung, tapi kami punya banyak pekerjaan.” Pemerintah masih memiliki waktu beberapa minggu lagi untuk menetapkan harga. Harga beras yang baru diharapkan sudah mulai berlaku pada Januari 2002 mendatang. (Dara Meutia Uning-Tempo News Room)
|