Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Penangkapan Tommy Tidak Mempengaruhi Indeks
29 November 2001

TEMPO Interaktif, Jakarta:Tertangkapnya Tommy Soeharto oleh pihak Polda Metro Jaya tidak begitu mempengaruhi nilai indeks. Hal tersebut terlihat dari penutupan sesi I dimana indeks harga saham gabungan (IHSG) masih mengalami koreksi sebesar 1,878 poin ke level 381,023. "Mungkin, pasar sudah bingung menunggu momentum apa lagi,"ujar David Fernandus, analis Niaga Securitor kepada Tempo News Room via telepon, Kamis (29/11).

Pada mulanya memang diharapkan, tertangkapnya Tommy akan mempengeruhi perilaku pasar. Namun ternyata, ujarnya, hal tersebut tidak banyak berpengaruh dan semakin hari pasar semakin bingung menunggu momentum yang bisa membuat perubahan. "Saat ini pelaku pasar masih tetap melakukan trading jangka pendek, sehingga lebih berhati-hati untuk melakukan profit taking," ujar David.

Selain itu, pasar cenderung konsolidasi dan terkoreksinya indeks banyak dipengaruhi oleh aksi jual saham pada BBCA, IDSR, dan HMSP. "Saham-saham ini juga yang diperkirakan masih akan aktif besok pagi,"katanya.

Sementara itu, IHSG mengalami penurunan tipis. Hal yang sama juga dialami indeks LQ 45 (45 saham-saham terliquid) yang turun 0,509 poin ke level 77.463. Sedangkan untuk Jakarta Islamic Indeks (JII) mengalami hal yang sama, turun sebesar 0,121 poin ke posisi 57.593.

Transaksi perdagangan sesi I ini masih terlihat sepi, dilihat dari total perdagangan yang hanya mencapai 5.114 kali transaksi , dengan volume 252,299 senilai Rp 104.591,920,500. Dalam sesi ini pula, 31 saham mengalami kenaikan, 51 turun dan 299 pada posisi stagnan.

Lima saham yang mencetak top gainer adalah Semen Gresik (SMGR) yang naik Rp.50 hingga level Rp.6.400, Gudang garam (GGRM) naik Rp.50 menjadi Rp.8.450, Medco naik Rp.50 menjadi Rp1.450. Indosat (ISAT) naik Rp.50 menjadi Rp.8.400, dan Mustika ratu (MRAT) naik Rp.25 menjadi Rp1.200

Saham top looser pada sesi ini adalah Sari Husada (SHDA) yang turun Rp.250 menjadi Rp.8.750, Unilever (UNVR) turun Rp.100 menjadi Rp.16.200, Bank BCA (BBCA) turun Rp.75 menjadi Rp.1.375, Indosiar (IDSR) turun Rp.75 menjadi Rp.625, HM sampoerna (HMSP) turun Rp.50 menjadi Rp.3.500. (andi dewanto-tempo news room)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Pencatatan BRI Belum Menggerakkan Pasar
2004 Komatsu Konsentrasi di Pertambangan dan Kehutanan
Suspensi Saham Indocement Dicabut
PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk Berencana Bagikan Saham Bonus
Dubai Lirik Produk Syariah Indonesia

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data