Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi - Bisnis

Perang Harga OPEC dengan Non-OPEC Jatuhkan Harga Minyak
16 November 2001

TEMPO Interaktif, Jakarta:Turunnya harga minyak hingga di bawah US$18 perbarel akibat perang harga antara negara nonanggota dengan anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC), kata pengamat perminyakan, Kurtubi, ketika dihubungi melalui telepon di kantornya, Jumat (16/11) sore.

Ia mengatakan, “OPEC sudah sebel karena Rusia yang amat menggenjot ekspornya, padahal demand sudah lemah sejak peristiwa 11 September.”

Lemahnya harga, menurutnya, juga diakibatkan karena keputusan OPEC menurunkan produksi minyak, sebanyak satu hingga satu setengah juta barel perhari, baru akan berlaku pada Januari 2002.

Hal itu, tambahnya, dengan syarat negara-negara anggota OPEC yang produksinya besar, seperti Rusia, Norwegia, dan Meksiko bersedia mengurangi produksi minyak mereka. OPEC meminta ketiga negara tersebut menurunkan produksinya sebanyak 500 ribu barel per hari.

“Jika mereka tidak mau, OPEC juga tidak mau mengurangi produksinya. Ini bisa membanjiri produksi minyak dunia,” ujarnya. Negara lain yang perlu diwaspadai adalah Angola dan Kazakhstan.

Karena itu, kata Kurtubi, dalam waktu mendatang Rusia akan memegang peranan yang sangat signifikan, karena produksi minyaknya terus meningkat. Oleh karena itu AS berusaha mendekati negara itu.

Kurtubi mengatakan harga dunia yang ideal adalah US$24 dolar per barel. Sementara untuk prospek ke depan, harga minyak dunia akan ditentukan oleh pemulihan ekonomi Amerika Serikat, Jepang, dan negara-negara industri lainnya.

“Semua pengurangan kegiatan ekonomi akan mengurangi permintaan minyak. Kalau lihat trend-nya kayak begini, harga minyak dalam waktu lima tahun ke depan akan mencapai harga US$24-US$25 dolar perbarel,” ungkapnya.(faisal-tempo news room)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Dirjen: Kenaikan Harga Minyak Belum Tentu Berpengaruh
Menteri: Harga Minyak Akan Terus Naik
Mulai November OPEC Kurangi Produksi
OPEC Umumkan Pemotongan Produksi Minyak
Indonesia Akan Menghadiri Sidang Darurat OPEC

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data