|
Ekonomi - Bisnis
Indonesia Tetap Ikuti Kebijakan OPEC untuk Memotong Produksi
16 November 2001
TEMPO Interaktif, Jakarta:Indonesia tetap ikuti kebijakan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) memotong produksi minyak sebesar 40.000 barel perhari pada tahun 2002. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Rahmat Sudibyo, mengatakan hal ini, Jumat (16/11), sore.
Rahmat mengatakan hal ini ditengah laporan anjloknya harga minyak mentah dunia hingga di bawah US$18 perbarel akibat negara non anggota OPEC tidak bersedia memotong produksi.
Rahmat mengatakan negara-negara OPEC, yang tengah bertemu di Qatar, memutuskan untuk memotong jumlah produksi minyak sebear 1,5 juta barel perhari untuk tahun 2002. OPEC juga, akan meminta negara-negara nonanggota OPEC untuk mengurangi produksi sebesar 0,5 juta barel perhari.
“Jadi total pemotongan produksi oleh OPEC untuk tahun 2002 sebesar 3,5 juta barel karena sebelumnya OPEC juga memutuskan untuk memotong jumlah produksi minyak negara anggota OPEC sebesar 2 juta barel,” jelasnya.
Sementara, lanjut Rahmat, total pengurangan produksi minyak non anggota OPEC sebesar 2 juta barel karena beberapa waktu yang lalu OPEC pernah meminta negara-negara tersebut untuk memotong produksinya sebesar 1,5 juta barel. Jadi, total pemotongan produksi minyak dari negara-negara OPEC maupun Non OPEC tahun depan sebesar 5,5 juta barel perhari.
Rahmat membantah adanya penolakan negara non angota OPEC akan rencana tersebut. “Secara eksplisit tidak ada penolakan,” jelasnya. Mengenai target harga penjualan untuk tahun depan, tambah Rahmat juga tetap pada kisaran US$ 22 sampai US$ 28 perbarel. (sri wahyuni/ebnu yufriadai)
|