|
PLN Berjanji Akan Tingkatkan Pelayanan
06 Juli 2001
TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Utama Perseroan Terbatas Perusahaan Listrik Negara (PT PLN), Edy Wiyono, berjanji akan menyeimbangkan porsi dana bagi pelayanan masyarakat, pemeliharaan dan investasi di tubuh PLN sehubungan dengan kenaikkan Tarif Dasar Listrik 2001 (TDL 2001), Kamis (5/7). Rincian pembagian penggunaan dana bagi pelayanan sebesar 15%, pemeliharaan alat-alat 25% dan investasi 60%. Sehingga para karyawan PLN dalam memberikan pelayanan bagi pelanggan dalam situasi yang tidak kondusif.
Kenaikkan TDL 2001 yang ditetapkan berlaku mulai 1 Juli menurut Edy, didasarkan atas beberapa pertimbangan, diantaranya karena solidaritas dari pelanggan listrik PLN. Kelompok yang telah lama menggunakan listrik perlu memberikan subsidinya bagi mereka yang belum menikmati listrik. "Total masyarakat Indonesia yang telah menggunakan listrik 50,3% dan sisanya 49,7% belum menikmati listrik. Jadi ya solidaritas itu dalam bentuk penambahan dana," ungkap Edy yang telah mengabdikan diri selama 24 tahun di perusahaan tersebut. Alasan kedua, mendekati tingkat tarif yang mencerminkan biaya, yang selama ini dilakukan secara bertahap oleh PT PLN. Dan alasan terakhir adalah dana pemerintah sangat terbatas untuk memberikan sokongan pada industri penyediaan tenaga listrik. Dalam rencana revisi APBN, besarnya subsidi listrik untuk tahun ini ditetapkan sebesar Rp 4, 727 miliar.
Kenaikkan TDL dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama berlaku sejak 1 Juli hingga 30 September 2001. Pada tahap ini pengguna listrik dengan daya 450 VA ke bawah belum dikenai tariff baru. Baik untuk keperluan rumah tangga (R-1), Bisnis (B-1), pelayanan sosial (S-2), Industri (I-1) dan kantor pemerintah (P-1), itupun dengan pemakaian tidak lebih dari 30 KWh. Sejak tanggal 1 Oktober hingga 31 Desember 2001 diberlakukan kenaikkan tahap II, yang membuat semua penguna listrik dengan berbagai jumlah daya mengalami kenaikkan yang besarnya beragam.
Acara yang berlangsung dengan tajuk 'Silaturahmi PT PLN dengan Pemimpin Redaksi Media Massa' di Ruang Istana Ballroom Lantai IV, Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta. Hadir di ruangan tersebut antara lain, Direksi PT PLN dan para pemimpin redaksi berbagai media. (Lely Indrawati)
|