Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Soal BLBI, BPK Hanya Melakukan Audit
25 Mei 2001

TEMPO Interaktif, Jakarta:Penanganan masalah pengembalian Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dan penuntutan pidana atas pelangaran dalam prosesnya, bukan menjadi tanggungjawab Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). “BPK hanya melakukan audit. Yang penting sekarang adalah tindak lanjut dari instansi-instansi terkait yang telah menerima laporan kami,” kata Anggota BPK Bambang Wahyudi, anggota BPK yang membawahi audit untuk Departemen Keuangan dan Bank Indonesia.

Bambang menyampaikan hal ini saat mendampingi Ketua BPK, Satrio B. Judono, dalam jumpa pers setelah melakukan sholat Jumat di lingkungan Kantor BPK di Jalan Gatoto Subroto, Jakarta (25/5). Menurut Bambang, hasil laporan BPK juga sudah diserahkan kepada DPR, Kejaksaan Agung, dan hari ini kepada pihak Polri.

Mengenai adanya temuan yang mengarah pada indikasi terjadinya penyelewengan atau dugaan atas pelanggaran dalam proses siklus BLBI, BPK berpegang pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1973, yang mengharuskan BPK menyerahkan temuannya pada DPR, Kejaksaan Agung dan Kepolisian RI. “Semua telah tergambar dalam laporan BPK. Mulai dari proses penyaluran, distribusi, pemanfaatan, dan pengembalian BLBI sudah dilaporkan dengan lengkap. Dan kalau ada pelangaran disitu, juga sudah terbayang,” katanya. Sekarang, kata Bambang, tinggal bagaimana Polisi dan Kejaksaan Agung menindaklanjuti temuan itu menjadi proses penuntutan pidana. “Saya kira rekan-rekan pers juga harus membantu mendesak mereka untuk itu,” lanjut Bambang.

Bambang juga menyatakan, BPK tidak mempunyai sikap resmi atas keinginan DPR membentuk Panitia Khusus (Pansus) yang akan menangani pengembalian BLBI. “Pada prinsipnya, BPK mempersilakan bila DPR masih akan membentuk Pansus. Mungkin dari sana akan bisa lebih dibeberkan lagi seluruh proses siklus BLBI ini kepada masyarakat. Meskipun sebenarnya semuanya sudah ada dalam laporan BPK,” ujarnya. (Y. Tomi Aryanto)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Soal BLBI, BPK Hanya Melakukan Audit
BPK Temukan BLBI Tambahan Sebesar Rp 14 Triliun
DPR Akan Bentuk Pansus BLBI
Jaksa Bacakan Tuntutan untuk Wakil Presdir Bank Aspac
Kejaksaan Agung Mencegah Robby Tjahjadi ke Luar Negeri

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data