|
Ekonomi dan Bisnis
PDB Indonesia Tumbuh 2,60 Persen
18 Mei 2001
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada triwulan pertama tahun 2001 meningkat 2,60 persen dibandingkan triwulan pertama tahun 2000. Pertumbuhan yang terjadi hampir pada semua sektor ekonomi kecuali sektor listrik, gas, air bersih dan perdagangan. Pertumbuhan tertinggi terjadi di sektor pertanian sebesar 15,39 persen. Demikian penjelasan resmi Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan Kepala BPS, DR Soedarti Surbakti, di kantornya, Jakarta, Jumat (18/5).
Menurut Soedarti, pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor pertanian, dengan diaktifkan musim panen tanaman pangan pada triwulan pertama. Sedangkan sektor lainnya, yaitu pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, bangunan, pengangkutan dan komunikasi, keuangan perseroan dan jasa perusahaan, serta sektor jasa-jasa mengalami pertumbuhan di bawah satu persen.
Ia melanjutkan, PDB Indonesia pada triwulan pertama tahun 2001, jika dibandingkan pada tahun triwulan yang pada tahun 2000, PDB dari tahun-ke tahun, mencerminkan perubahan tanpa dipengaruhi oleh faktor musim. PDB total tahun ke tahun tersebut meningkat 1,04 persen.
Sementara itu, nilai PDB atas dasar harga berlaku (harga yang memasukkan perhitungan inflasi) pada triwulan pertama tahun 2001 sebesar Rp 355,4 triliun. PDB atas harga konstan (harga diluar perhitungan inflasi) di luar tahun 1993 pada triwulan ini mencapai RP 102,57, atas harga berlaku. Sektor ekonomi yang menunjukan nilai tambah bruto terbesar pada triwulan ini adalah sektor industri dengan nilai RP 92,7 triliun.
Ditinjau dari sisi pengeluaran dan permintaan PDB Indonesia pada triwulan pertama tahun 2001, digerakan oleh semua komponen permintaan, yakni pengeluaran konsumsi rumahtangga, pengeluaran konsumsi pemerintah, pembentukan modal atau investasi dan ekspor impor. Perbandingan dengan triwulan sebelumnya, PDB pada pengeluaran konsumsi rumah tangga dan ekspor barang dan jasa meningkat, masing-masing sebesar 1,31 persen dan 4,85 persen. Penurunan terjadi pada pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar – 0,44 persen, investasi phisik sebesar – 0,14 persen serta impor barang dan jasa sebesar –4,29 persen.
Jika dibandingkan dengan triwulan I yang sama tahun 2000, maka triwulan I tahun 2001 semua komponen mengalami peningkatan. Untuk pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 4,79 persen, pengeluaran konsumsi pemerintah 5,96 persen. Sedangkan peningkatan untuk investasi fisik, ekspor barang dan jasa, serta impor sebesar masing-masing 10,20 persen, 11, 65 persen dan 34,09 persen. “Sehingga total peningkatan pada triwulan pertama dibandingkan dengan triwulan I yang sama pada tahun lalu sebesar 4,01 persen, “ ujar Soedarti.
Sementara itu provinsi yang mempunyai PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) perkapita diatas PDB nasional perkapita (Rp 6,34 juta) tahun 2000 adalah Kalmintan Timur, DKI Jakarta, Riau Irian Jaya dan DI Aceh. (Dede Ariwibowo)
|